RADARSOLO.COM–PT Jasa Raharja memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar, Rabu (31/12/2025), Muhammad Awaluddin resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama perusahaan.
Penunjukan ini merupakan bagian dari penyegaran manajemen untuk memperkuat posisi Jasa Raharja di sektor asuransi sosial dan keselamatan transportasi.
Pria kelahiran Jakarta, 15 Januari 1968 ini bukan orang baru di ekosistem BUMN.
Ia dikenal sebagai sosok profesional dengan pengalaman manajerial yang luas, mulai dari industri telekomunikasi hingga infrastruktur transportasi.
Latar Belakang Pendidikan dan Akademik
Muhammad Awaluddin memiliki fondasi pendidikan yang kuat di bidang teknik dan manajemen:
- Sarjana Teknik Elektro: Universitas Sriwijaya, Palembang (1990).
- Master of Business Administration (MBA): European University, Antwerpen, Belgia (1998).
- Doctor of Science in Management: Universitas Padjadjaran (2016).
Rekam Jejak Profesional: Dari Telkom hingga Angkasa Pura II
Sebagian besar karier Awaluddin ditempa di PT Telkom Indonesia, di mana ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari General Manager hingga menjabat sebagai Director of Enterprise and Business Service (2013–2016).
Ia juga sempat memimpin anak usaha Telkom sebagai Direktur Utama PT Infomedia Nusantara pada 2010–2012.
Kepiawaiannya dalam memimpin infrastruktur besar teruji saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) hingga November 2023.
Sebelum mendarat di Jasa Raharja, ia tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pelni (Januari 2024) dan sempat menjabat singkat sebagai Wakil Direktur Utama Telkom Indonesia pada Mei 2025.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang disampaikan pada 27 Maret 2025, Awaluddin mencatatkan total harta kekayaan bersih mencapai Rp71.901.598.645.
Baca Juga: Kasus Kriminalitas 2025 di Boyolali Naik 40 Persen, Curat dan Curanmor Mendominasi
Tanah dan Bangunan: Tulang Punggung Kekayaan
Aset properti menjadi kontributor terbesar dalam portofolio kekayaan Muhammad Awaluddin dengan nilai total mencapai Rp68.010.510.000.
Tercatat memiliki 14 aset tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa lokasi strategis:
-
Jakarta Selatan: Memiliki 7 aset properti dengan nilai yang sangat signifikan, termasuk satu unit tanah dan bangunan senilai Rp15 miliar..
-
Depok & Karawang: Memiliki 2 aset di Kota Depok senilai lebih dari Rp12,5 miliar dan lahan di Karawang senilai Rp1,6 miliar.
-
Magelang dan Bandung: Memiliki aset tanah dan bangunan luas di Magelang senilai Rp6,2 miliar serta beberapa properti di Bandung.
-
Pandeglang: Lahan seluas 21.528 m2 senilai Rp560 juta.
Koleksi Kendaraan dan Aset Likuid
Selain properti, laporan ini mencatat kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp1.068.000.000. Koleksi kendaraannya mencakup mobil keluarga yang fungsional hingga unit terbaru, yaitu:
-
Honda Freed (2013), Honda CR-V (2018), Toyota Innova Venturer (2022), dan Daihatsu Grand Max (2023).
Aset likuid dan investasi lainnya juga menunjukkan angka yang stabil:
-
Kas dan Setara Kas: Rp5.528.093.466.
-
Surat Berharga: Rp1.219.649.050.
-
Harta Bergerak Lainnya: Rp585.725.000.
Posisi Utang dan Total Kekayaan Bersih
Meski memiliki total sub-harta mencapai lebih dari Rp76,6 miliar, Muhammad Awaluddin juga melaporkan kepemilikan utang sebesar Rp4.735.038.499.
Dengan demikian, setelah dikalkulasi, total kekayaan bersih yang dilaporkan adalah Rp71.901.598.645. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono