RADARSOLO.COM - Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah beredar unggahan viral yang memperlihatkan menu minuman berlabel “minuman rasa susu”.
Produk minuman bukan susu tersebut diduga merupakan barang impor asal China.
Isu ini mencuat setelah seorang pengguna media sosial X mengunggah foto kemasan minuman yang disebut sebagai bagian dari menu MBG.
“Sedih dok susunya ini, dari China pula, Allahuakbar,” tulis pengunggah dalam cuitannya.
Dalam foto kemasan minuman rasa susu itu, terlihat keterangan bahwa produk diproduksi di Jinan City, Shandong, China.
Selain itu, juga tampak tulisan komposisi produk menunjukkan bahwa air dan gula tercantum di urutan teratas, disusul oleh susu skim bubuk dan polisakarida kedelai.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa produk tersebut merupakan minuman olahan berperisa susu, bukan susu bernutrisi seperti yang diharapkan dalam program MBG.
Unggahan menu MBG minuman rasa susu dari China itu pun langsung viral dan dibanjiri komentar netizen.
Mereka menyoroti produk yang ternyata bukan benar-benar susu, melainkan hanya minuman dengan rasa susu.
"Minuman rasa susu. Bukan susu," komen @Tam*****.
"Minuman rasa Susu dan Susu itu adalah dua entitas yang berbeda," tulis pengguna lain yang berprofesi dokter.
Apa Kata BGN?
Menanggapi viralnya temuan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang buka suara.
Ia menyatakan bahwa BGN tidak pernah mengizinkan penggunaan bahan pangan impor, termasuk susu atau minuman berbahan susu, dalam program MBG.
“Tidak boleh sedikit pun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,” ujar Nanik.
Dia menambahkan, aturan tersebut bersifat mutlak dan wajib dipatuhi oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
Jika ditemukan pelanggaran atas pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu, BGN mmastikan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak terkait.
“Kalau terbukti digunakan, kami tindak keras. Sanksinya bisa sampai penghentian sementara atau suspend,” tegasnya.
Lebih lanjut, BGN mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG.
Publik diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penggunaan produk impor dalam menu makanan atau minuman MBG di wilayah masing-masing.
“Silakan laporkan melalui call center BGN di nomor 127,” tandas Nanik.(ria)
Editor : Syahaamah Fikria