Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nasib Dua Pegawai RSUD Kudus yang Viral Berbuat Tak Senonoh Dekat Ruang Pemulasaran Jenazah, Bupati Samani Bilang Begini

Syahaamah Fikria • Senin, 5 Januari 2026 | 20:53 WIB
Tangkapan layar CCTN video viral dua pegawai RSUD Kudus.
Tangkapan layar CCTN video viral dua pegawai RSUD Kudus.

RADARSOLO.COM – Kasus video asusila yang menyeret dua pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus terus bergulir.

Setelah rekaman CCTV lama tersebut kembali viral di media sosial, nasib kedua oknum kini berada di ujung tanduk menyusul perintah pemeriksaan menyeluruh dari Bupati Kudus, Samani Intakoris.

Video yang ramai beredar memperlihatkan sepasang pria dan wanita diduga melakukan perbuatan tak senonoh di lingkungan rumah sakit.

Belakangan diketahui, lokasi kejadian berada di area rumah tangga RSUD, tepatnya tak jauh dari ruang pemulasaran jenazah.

Fakta ini memicu reaksi keras publik karena dinilai mencederai etika dan nilai kemanusiaan.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam mengakui bahwa dua sosok dalam video tersebut merupakan pegawai rumah sakit.

Ia menegaskan, rekaman itu berasal dari kamera pengawas internal dan terjadi pada tahun 2020, jauh sebelum video tersebut menyebar luas seperti sekarang.

“Benar, dua orang dalam video itu adalah pegawai RSUD Kudus. Kejadian terekam CCTV pada 2020,” kata Abdul Hakam dalam konferensi pers di lingkungan rumah sakit.

Sebagai langkah awal, manajemen RSUD langsung mengambil tindakan dengan membebastugaskan kedua pegawai tersebut dari aktivitas kerja.

Kebijakan ini diterapkan untuk mempermudah proses pemeriksaan internal sekaligus mencegah terganggunya pelayanan kepada pasien.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa teman dan oknum terduga. Hasilnya nanti kami sampaikan ke tim pemeriksa. Yang pasti, dua oknum itu telah dibebastugaskan,” ujar Abdul Hakam.

Menurut dia, manajemen telah memanggil sedikitnya lima orang saksi untuk dimintai keterangan.

Hasil pemeriksaan akan dituangkan dalam berita acara resmi.

Dokumen tersebut nantinya diserahkan kepada Bupati Kudus dan Inspektorat Kabupaten Kudus sebagai dasar tindak lanjut.

Ia juga mengungkapkan bahwa isu terkait dugaan perbuatan asusila tersebut sebenarnya sempat terdengar di internal rumah sakit pada 2020.

Namun, saat itu belum ada bukti visual yang kuat seperti rekaman CCTV yang kini viral.

Abdul Hakam tak menampik bahwa beredarnya video tersebut berdampak serius terhadap citra RSUD dr Loekmono Hadi.

Ia khawatir kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit terganggu akibat ulah segelintir oknum.

Respons Tegas Bupati Kudus

Sementara itu, Bupati Kudus Samani Intakoris angkat bicara terkait kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam dan menilai peristiwa itu mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Kudus, terlebih Kudus dikenal luas sebagai Kota Santri.

“Pemerintah Kabupaten Kudus ikut prihatin. Saya sudah perintahkan Inspektorat dan Direktur RSUD untuk melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Samani kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Samani menegaskan tidak akan ada toleransi apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Baik pelaku berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sanksi akan dijatuhkan sesuai regulasi yang berlaku.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap akan memberikan hak jawab dan pembuktian bagi yang bersangkutan.

“Kalau terbukti, tentu akan ada sanksi sesuai aturan PNS atau BLUD. Bisa sanksi ringan, sedang, sampai berat," tegas bupati. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#cctv #bupati kudus #tak senonoh #viral #video #RSUD Kudus #video asusila #Ruang Pemulasaran Jenazah