RADARSOLO.COM - Media sosial X dihebohkan dengan dugaan penyalahgunaan data pribadi penumpang kereta api oleh oknum diduga pegawai Kereta Api Indonesia (KAI).
Seorang penumpang wanita mengaku mengalami tindakan tidak menyenangkan setelah identitas pribadinya diduga diakses tanpa izin.
Bahkan oknum tersebut nekat mengakses data nomor telepon penumpang kereta api dan digunakan untuk menghubungi korban secara langsung lewat WhatsApp.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah korban membagikan pengalamannya di akun X miliknya, yang kemudian viral dan menuai perhatian luas publik.
Dalam unggahan tersebut, korban menceritakan kronologi kejadian saat melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Kronologi Dugaan Penyalahgunaan Data Penumpang
Melalui unggahan akun X @olivehateem_ yang dikutip pada Rabu, 7 Januari 2026, korban mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak menaruh curiga apa pun ketika duduk bersebelahan dengan seorang pria selama perjalanan kereta.
Namun, situasi berubah ketika pria tersebut mulai mengajaknya berbincang dengan menyebutkan informasi pribadi korban.
Pria itu bisa menyebut nama dan usia, meski korban merasa tidak pernah memperkenalkan diri secara detail.
"Ga lama nanya lagi, "tahun depan berarti 26 ya?" lah kok bisa tau. ternyata entah gmn masnya ini bisa akses dataku di KAI. aku lgsg confront dan bilang kenapa buka-buka data pribadi, apalg sbg bahan obrolan," tulis dia.
Tak hanya sampai di situ. Usai perjalanan kereta, oknum pegawai KAI itu ternyata makin berulah.
Korban mengaku dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh pria yang sama, menggunakan data pribadi yang identik dengan identitasnya.
“Ternyata nggak berhenti di situ, dia masih berani-beraninya chat WA, pakai data yang sama,” tulis korban.
Padahal, korban menegaskan tidak pernah memberikan nomor telepon maupun data pribadi apa pun selama perjalanan.
Oknum Mengaku Pegawai KAI
Setelah ditelusuri lebih lanjut, pria tersebut disebut-sebut mengaku bekerja sebagai pegawai Kereta Api Indonesia (KAI).
Dugaan ini diperkuat setelah korban melakukan pengecekan melalui aplikasi identifikasi nomor telepon, yang menunjukkan sejumlah tag pekerjaan terkait KAI dan RMU (Reska Multi Usaha), anak perusahaan KAI.
Dalam salah satu jawabannya ke netizen, korban yang diketahui bernama Olivia itu juga mengatakan jika dia sudah menanyakan langsung ke yang bersangkutan.
Pria itu pun mengaku sebagai pegawai KAI.
"Info dari ybs pas di-confront dia kerja di kereta juga, jadi bisa akses data penumpang," kata dia.
Olivia mengaku semakin resah dan memilih membawa persoalan ini ke ruang publik demi mendapatkan perhatian dan perlindungan.
Apalagi pria tersebut mengetahui detail pribadi di luar batas wajar, termasuk usia, yang seharusnya tidak bisa diakses oleh pihak lain tanpa persetujuan.
Respons KAI
Menanggapi viralnya kasus tersebut, pihak KAI disebut langsung mengambil langkah cepat.
Berdasarkan informasi yang dibagikan korban, KAI telah menghubunginya melalui layanan pelanggan untuk meminta penjelasan kronologi secara rinci.
“Aku baru selesai call sama salah satu petugas customer care KAI. Mereka lagi cari jadwal untuk ketemu langsung dan berkomitmen mengusut kasus ini sampai tuntas serta memastikan tidak terulang,” ungkap korban.
Sementara itu, KAI lewat akun resmi X-nya telah memberikan komentar di utas Olivia pada Rabu (7/1/2026) malam.
"Selamat malam Kak Olivia dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Agar Railmin bantu lakukan pengecekan, mohon dapat melengkapi data-data yang kami butuhkan via DM ya," tulis KAI.
Lebih lanjut, KAI juga mengimbau kepada para penumpang untuk selalu berhati-hati terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI.
"Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121," tandas KAI. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria