RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat tanggal 9 Januari 2026 mengangkat tema keutamaan bulan Rajab serta hikmah besar dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad saw.
Tema ini relevan dijadikan rujukan bagi para khatib, mengingat bulan Rajab 1447 Hijriah telah memasuki pekan ketiga.
Artinya, umat Islam semakin dekat dengan peringatan Isra Miraj yang jatuh setiap 27 Rajab.
Dalam ajaran Islam, Rajab termasuk satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum).
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 26 Desember 2025: Muhasabah Akhir Tahun untuk Refleksi Diri
Pada bulan-bulan tersebut, Allah Swt melipatgandakan pahala bagi setiap amal kebajikan yang dilakukan oleh hamba-Nya.
Selain itu, Isra Miraj merupakan peristiwa agung yang menandai diturunkannya perintah salat lima waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad saw untuk umat Islam.
Teks Khutbah Jumat 9 Januari 2026 dengan Tema Keutamaan Bulan Rajab dan Peristiwa Isra Mikraj
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ،
قَالَ اللهُ تَعَالَى: سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah.....
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga pada hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya kelak.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jemaah yang berbahagia.....
Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu keutamaan bulan Rajab dan Isra Miraj.
Di antara keutamaan bulan Rajab adalah orang yang berpuasa selama bulan Rajab diyakini akan mendapatkan pahala yang besar.
Selain itu, Nabi juga tidak pernah berpuasa lengkap selama satu bulan setelah bulan Ramadan kecuali di bulan Rajab.
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ لَمْ يَتِمْ صَوْمَ شَهْرٍ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَّا رَجَبُ وَشَعْبَانُ
Artinya:"Sesungguhnya Nabi Muhammad tidak menyempurnakan puasa satu bulan setelah Ramadan kecuali Rajab dan Syaban," (HR. Imam Tabrani).
Keutamaan bulan Rajab lainnya adalah orang yang menghidupkan malam-malam selama memasuki bulan Rajab, maka Allah bakal memberikan keistimewaan di surga.
Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah.....
Isra Miraj merupakan perjalanan Rasulullah saw dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Lantas berlanjut hingga ke langit ke-7 dan Sidratulmuntaha.
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad saw berlangsung dalam waktu kurang dari semalam. Perjalanan dimulai dari selepas Rasulullah melaksanakan salat malam dan berakhir sebelum terbitnya fajar. Pada malam 27 Rajab itu, Nabi Muhammad sudah kembali lagi ke Makkah setelah perjalanan Isra Miraj sebelum waktu subuh.
Padahal, jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 kilometer sekitar 621 Masehi. Normalnya, waktu ini ditempuh dengan perjalanan kuda atau unta sekitar sebulan. Namun, Nabi Muhammad mencapai hanya dalam waktu beberapa saat saja.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi menggunakan kendaraan bernama Buraq. Nama ini berasal dari kata Barq yang berarti kilat. Kata ini merujuk pada kecepatan yang luar biasa.
Buraq digambarkan sebagai makhluk atau hewan tunggangan surgawi berwarna putih yang dilengkapi dengan pelana dan tali kendali. Postur tubuh lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari bagal.
Hal ini terjadi karena kehendak dan kuasa Allah. Peristiwa Isra Miraj sekaligus menegaskan keistimewaan kedudukan Nabi Muhammad saw di hadapan Allah.
Perjalanan Isra Miraj termaktub dalam firman Allah Surat Al-Isra’ Ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah.....
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad ditemani oleh malaikat Jibril hingga sampai ke Sidratulmuntaha di ujung langit ke-7. Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad menerima perintah dari Allah Subhanahu Wa Taala berupa kewajiban melaksanakan salat 5 waktu dalam sehari semalam bagi beliau dan umat Islam.
Awalnya, kewajiban umat Nabi Muhammad untuk melaksanakan salat dalam sehari semalam berjumlah 50 kali sehari. Namun, ketika Rasulullah turun dari Sidratul Muntaha, Nabi Musa As mengingatkan beliau bahwa jumlah tersebut terlalu banyak.
Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad meminta keringanan kepada Allah Swt. Hingga tersisa 5 kali salat fardhu dalam sehari semalam. Setelah Allah meringankan perintah menjadi sholat 5 waktu saja dalam sehari semalam, Nabi Muhammad enggan memohon keringanan lagi sekalipun Nabi Musa menyarankan.
Melalui peristiwa tersebut, salat menjadi ibadah wajib untuk mendekatkan diri dan bertemu kepada Allah. Hal ini termaktub dalam adagium bahasa Arab:
الصَّلاَةُمِعْرَاجُالْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya: "Salat adalah mi’raj bagi orang beriman".
Hadis dari Imam Muslim juga menjelaskan bahwa salat menjadi momen paling dekat antara hamba dan Allah:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabb-nya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (Muslim).
Jamaah yang berbahagia.....
Isra Miraj terjadi pada masa yang disebut Amul Huzni atau tahun kesedihan. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Nabi kehilangan dua pendukung utamanya yaitu istrinya, Khadijah dan pamannya, Abu Thalib.
Melalui Isra Miraj, Allah ingin menunjukkan bahwa saat seluruh pintu bumi seolah tertutup bagi kita, pintu langit selalu terbuka. Isra Miraj adalah bukti bahwa pertolongan Allah sangat dekat bagi hamba-Nya yang bersabar. Dengan memahami makna Isra Miraj, semoga kita semua semakin dekat dengan Allah.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito