Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Aurelie Moeremans Trending di X Usai Broken Strings Viral, Ini Alasan Dia Gratiskan Buku yang Bongkar Trauma Korban Child Grooming

Syahaamah Fikria • Minggu, 11 Januari 2026 | 20:08 WIB
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans.
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans.

RADARSOLO.COM - Aktris Aurelie Moeremans menjadi salah satu trenidng topic di platform X (sebelumnya Twitter) setelah memoar terbarunya berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menjadi viral dan memicu diskusi luas publik mengenai trauma masa muda dan praktik child grooming.

Buku memoir tersebut tersedia gratis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, lewat tautan yang dibagikan langsung oleh Aurelie ke pengikutnya.

Kisah Pilu di Balik Broken Strings

Broken Strings merupakan memoar personal Aurelie yang dirilis secara mandiri pada 10 Oktober 2025 dan berisi pengalaman pahitnya ketika masih remaja.

Memoar itu menggambarkan bagaimana ia mengalami hubungan manipulatif dan tidak sehat sejak usia belia akibat praktik child grooming oleh seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby.

Buku ini menyajikan pengalaman tersebut dengan jujur, tanpa romantisasi, sebagai refleksi dampak psikologis jangka panjang dari relasi toksik.

Seiring beredarnya kutipan-kutipan buku di media sosial, percakapan publik tentang Broken Strings semakin menguat.

Hingga akhirnya Aurelie Moeremans menjadi trending topic di X karena banyak netizen yang membahas dan membagikan pengalaman membaca memoar tersebut.

Mengapa Buku Ini Dibagikan Gratis?

Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah keputusan Aurelie untuk membagikan bukunya secara cuma‑cuma.

Dalam beberapa unggahan dan pernyataan di akun media sosialnya, Aurelie menjelaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah keuntungan finansial.

Melainkan memberikan dukungan emosional dan edukasi kepada orang lain yang mungkin pernah mengalami hal serupa.

Aurelie secara terbuka mengungkapkan bahwa niat awalnya adalah jika ia dapat “menyelamatkan satu saja ‘Aurelie kecil’ di luar sana, semua yang terjadi padaku tidak sia‑sia.

"Niat awalnya adalah, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja "Aurelia kecil" lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku gak sia-sia.. Aku release ini karena memang hanya ingin membantu perempuan-perempuan agar gak usah mengalami apa yang aku alami," kata Aurelie menjawab salah satu pertanyaan di akun Instagram-nya.

Keputusan itu juga mempermudah akses masyarakat untuk membaca memoar tersebut tanpa hambatan biaya, baik dalam Bahasa Indonesia maupun versi Bahasa Inggris.

Sehingga pesan penting tentang bahaya child grooming dan dampak psikologisnya dapat tersebar lebih luas.

Reaksi Publik atas Broken Strings

Sejak dibagikan secara bebas, Broken Strings telah mendapatkan respons besar dari pembaca.

"Gue baru selesai baca broken strings selama baca beneran ngerasaiin kepala jdi sakit, mual, jijik, marah, nangis bgtt... yang Aurélie rasakan jdi ke ikut ngerasaain jga pas baca tiap part yg bikin sakit, big hug Aurélie Moeremans," komen akun X @mew*****.

Banyak pula yang mengaku merasa tersentuh, bahkan terbantu untuk menghadapi trauma mereka sendiri setelah membaca pengalaman Aurelie.

Buku pertama yang aku tamatin di tahun 2026. aku merasa relate sama apa yang dirasakan kak Aurelie krn memiliki pengalaman (bahkan masih) berada di lingkungan (atau orang) yang manipulatif. dampaknya ke diri sendiri besar banget :) terima kasih sudah menulis ini, kak Aurelie," tulis @xte*****.

Memoar Broken Strings dapat diakses secara gratis melalui tautan yang dibagikan Aurelie di media sosialnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Child Grooming #trending topic #viral #buku gratis #aurelie moeremans #memoar #Broken Strings #buku #baca buku gratis #Memoar Aurelie #Sinopsis buku