Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Alhamdulillah.. Kuota Haji Jawa Tengah 2026 Naik Drastis, Pemerintah Beri Jatah 34 Ribu Jemaah

Kabun Triyatno • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:46 WIB
Jemaah haji 2025 di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Tahun ini kuota ditambah. (Arief Budiman/Radar Solo)
Jemaah haji 2025 di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Tahun ini kuota ditambah. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM  – Lonjakan kuota jemaah haji Jawa Tengah pada 2026 menjadi sinyal optimistis, sekaligus ujian serius bagi kualitas layanan pemerintah. Tahun ini, kuota haji Jateng mencapai 34.122 jemaah. Atau naik 3.745 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberi peringatan keras agar pelayanan kepada calon jemaah tidak boleh tertinggal dari jumlah jemaah.

“Kuota naik, pelayanan juga harus naik. Jangan sampai muncul persoalan di lapangan. Kami ingin penyelenggaraan haji 2026 jauh lebih baik,” kata Taj Yasin saat menerima Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (12/1).

Peringatan itu bukan tanpa dasar. Antusiasme calon jemaah sudah melampaui kapasitas kuota. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jateng Fitriyanto menyebut hingga Januari 2026 jumlah jemaah yang telah melunasi biaya haji mencapai 34.518 orang atau 102 persen dari kuota.

“Secara angka, kuota sudah lebih dari cukup. Insyaallah bisa diberangkatkan penuh, selama tidak ada kendala seperti jemaah sakit atau mengundurkan diri,” ujarnya.

Di tengah lonjakan jemaah, pemerintah juga melakukan perubahan besar dalam sistem keberangkatan. Jika sebelumnya seluruh jemaah Jawa Tengah dan DIY terpusat di Embarkasi Solo (Asrama Haji Donohudan), tahun ini skema tersebut dipecah menjadi dua.

DIY kini menjadi embarkasi mandiri berbasis hotel dan akan terbang langsung dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Sementara Jawa Tengah tetap didominasi Embarkasi Solo, meski sebagian jemaah juga akan berangkat lewat YIA.

“Sekira 81 persen jemaah tetap melalui Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter akan diberangkatkan dari YIA,” jelas Fitriyanto.

Untuk menopang sistem baru itu, pemerintah menyiapkan Hotel Ibis dan Novotel sebagai asrama haji sementara di Jogjakarta. Seluruh jemaah tetap akan diterbangkan menggunakan Garuda Indonesia tipe Airbus A330 dengan kapasitas sekitar 360 penumpang per pesawat.

Jadwal keberangkatan juga sudah dipatok. Kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah mulai bergerak pada 21 April 2026, baik menuju Solo maupun Yogyakarta, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026.

Dengan lonjakan kuota, sistem embarkasi baru, dan tekanan publik yang makin tinggi, penyelenggaraan haji 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini menjadi ujian nyata apakah negara mampu mengimbangi besarnya antusiasme umat dengan layanan yang benar-benar layak. (bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#kuota jemaah haji #pemerintah #asrama #jawa tengah #Garuda Indoneesia #sakit