Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cara Membayar Utang Puasa Ramadan, Kapan Batas Waktunya dan Siapa yang Wajib Meng-Qadha Puasa?

Syahaamah Fikria • Minggu, 18 Januari 2026 | 19:36 WIB
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2025, Lengkap dengan Niat dan Doa Berbuka
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2025, Lengkap dengan Niat dan Doa Berbuka

RADARSOLO.COM - Bagi umat Islam, mengganti puasa Ramadan yang terlewat merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan.

Utang puasa atau puasa qadha harus ditunaikan sesuai syariat bagi mereka yang meninggalkan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, bepergian jauh, atau haid bagi perempuan.

Lantas, bagaimana cara membayar utang puasa Ramadan yang benar menurut ajaran Islam?

Kapan batas waktunya, dan bagaimana niat yang harus dibaca? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Puasa Qadha Ramadan

Puasa qadha adalah puasa pengganti atas puasa Ramadan yang tidak dilaksanakan.

Dalam istilah fikih, qadha berarti mengganti ibadah yang tertinggal agar kewajiban seorang Muslim tetap terpenuhi.

Kewajiban ini berlaku bagi orang yang sebenarnya mampu berpuasa, namun terhalang oleh uzur yang dibenarkan syariat.

Dasar hukum puasa qadha termuat dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 184, yang menjelaskan kewajiban mengganti puasa di hari lain bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan.

Selain qadha, dalam kondisi tertentu seseorang juga diwajibkan membayar fidyah, terutama jika tidak mampu lagi berpuasa secara permanen.

Siapa yang Wajib Meng-qadha Puasa?

Puasa qadha diwajibkan bagi:

Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha

Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadan, mulai dari bulan Syawal hingga sebelum Ramadan berikutnya.

Namun, para ulama menganjurkan agar utang puasa segera ditunaikan dan tidak ditunda tanpa alasan.

Beberapa waktu yang dianjurkan antara lain:

Dalam mazhab Syafi’i, membayar utang puasa setelah tanggal 15 Syaban tetap diperbolehkan karena termasuk puasa wajib, bukan puasa sunnah.

Hari yang Dilarang untuk Puasa Qadha

Meski fleksibel, puasa qadha tidak boleh dilakukan pada hari-hari tertentu, yaitu:

Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha

Pelaksanaan puasa qadha sama dengan puasa Ramadan, baik dari segi rukun maupun syarat.

Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:

Jika lupa jumlah hari puasa yang ditinggalkan, dianjurkan mengambil jumlah yang paling meyakinkan atau maksimal sebagai bentuk kehati-hatian.

Baca Juga: Jadwal Bansos Cair 2026: Cek Periode Pencairan PKH, BPNT, dan Cara Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

 

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari. Lafal niat lengkapnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Jika ingin lebih ringkas, boleh menggunakan niat pendek:

نَوَيْتُ صَوْمَ قَضَاءِ رَمَضَان

Artinya:

“Aku berniat mengqadha puasa Ramadan.”

Doa Berbuka Puasa Qadha

Saat berbuka, dianjurkan membaca doa sebagaimana puasa pada umumnya:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

 

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

 Membayar utang puasa Ramadan merupakan bentuk tanggung jawab ibadah seorang Muslim.

Dengan memahami tata cara, niat, dan waktu pelaksanaannya, diharapkan puasa qadha dapat dilakukan dengan benar dan diterima oleh Allah SWT. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #puasa qadha #Niat qadha Puasa Ramadan #Qadha Puasa #Ramadan #utang puasa #Puasa Ramadan #cara qadha puasa ramadan