RADARSOLO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1/2026).
Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengonfirmasi telah mengamankan Bupati Pati Sudewo (SDW).
Penangkapan ini mengejutkan publik, mengingat Sudewo belum genap satu tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Pati.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah yang menjaring Sudewo.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tangkap tangan di Pati adalah Saudara SDW," tegas Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Senin sore.
Meski penangkapan dilakukan di Pati, Sudewo tidak langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Untuk efisiensi dan kepentingan pemeriksaan awal, penyidik membawa Sudewo ke kabupaten tetangga.
"Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus. Kami masih memiliki waktu untuk menentukan status hukum selanjutnya," tambah Budi.
Baca Juga: Wali Kota Madiun Maidi dari Partai Apa? Sempat Didukung Koalisi Gemuk di Pilkada, Kini Kena OTT KPK
Diketahui, Sudewo sempat didemo besar-besaran karena kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen yang ia cetuskan memicu gelombang protes besar-besaran dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan dan Sudewo telah menyampaikan permohonan maaf, desakan masyarakat agar dirinya mundur dari jabatan tetap menggema.
Namun Sudewo lolos dari desakan pemakzulan
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Birokrasi
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, Diperiksa Intensif di Kudus
Lahir di Pati pada 11 Oktober 1968, Sudewo merupakan sosok yang memiliki latar belakang pendidikan teknis yang kuat.
Setelah lulus dari SMAN 1 Pati, ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1991 dan gelar Magister Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) pada 1993.
Kariernya dimulai sebagai praktisi konstruksi di PT Jaya Construction sebelum akhirnya mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
-
Proyek Strategis: Terlibat dalam peningkatan jalan dan jembatan di Kanwil PU Bali (1994-1995).
-
Penugasan Jawa Tengah: Mengabdi di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar (1999-2006).
-
Ikut Pilkada Karanganyar: Sempat mencoba peruntungan di Pilkada Karanganyar 2002 berpasangan dengan Juliyatmono, namun belum berhasil terpilih.
Karier Politik dan Kemenangan di Pilkada Pati
Sudewo memutuskan pensiun dini dari PNS untuk terjun sepenuhnya ke dunia politik melalui Partai Gerindra.
Kepiawaiannya dalam berorganisasi membawanya menduduki kursi DPR RI selama tiga periode (2009–2014, 2019–2024, dan terpilih kembali untuk 2024–2029).
Di internal partai, ia sempat dipercaya sebagai Ketua DPP Gerindra Bidang Pemberdayaan Organisasi.
Puncak karier politiknya di daerah tercapai pada 18 Juli 2025, saat ia resmi dilantik sebagai Bupati Pati setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya Sujarwanto Dwiatmoko.
Pasangan dengan slogan "Wong Asli Pati Wae Go" ini menang mutlak dengan perolehan 53,53 persen suara.
Nama Sudewo Sempat Disinggung KPK
Namanya sempat disebut oleh KPK dalam keterkaitan kasus dugaan penerimaan dana di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono