Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Penyandang Disabilitas Korban Banjir Pekalongan Akhirnya Bisa Sekolah Usai Dikunjungi Wagub Jateng Taj Yasin

Syahaamah Fikria • Senin, 19 Januari 2026 | 21:34 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin saat ngobrol dengan pengungsi  banjir di posko pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).
Wagub Jateng Taj Yasin saat ngobrol dengan pengungsi  banjir di posko pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).

RADARSOLO.COM — Musibah banjir yang melanda Kota Pekalongan menyisakan kisah haru bagi para pengungsi.

Di balik situasi sulit tersebut, secercah harapan datang untuk Fitria, 27, seorang perempuan penyandang disabilitas fisik dan mental yang selama ini belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Harapan itu muncul saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melakukan peninjauan ke posko pengungsian banjir di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Posko tersebut menampung sedikitnya 449 warga terdampak banjir.

Ketika menyapa para pengungsi, perhatian Gus Yasin—sapaan akrab Wakil Gubernur—tertuju pada Fitria.

Ia kemudian berdialog langsung dengan sang ibu, Siti Qomariah, 52, warga Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat.

Dari percakapan tersebut, terungkap bahwa Fitria belum pernah bersekolah.

Kondisi disabilitas yang dialami serta keterbatasan ekonomi keluarga membuat pendidikan formal selama ini sulit dijangkau.

Mendengar cerita itu, Gus Yasin langsung meminta ajudannya mencatat data Fitria dan menyampaikan komitmen Pemprov Jateng untuk membantu akses pendidikan bagi anak tersebut.

“Harus dipastikan sekolahnya bagaimana,” ujar Gus Yasin di lokasi pengungsian.

Tak hanya itu, ia juga secara khusus meminta Camat Pekalongan Barat untuk mengawal proses pendidikan Fitria agar bisa segera direalisasikan.

“Pak Camat, kulo titip anak ini supaya bisa sekolah,” ucapnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Camat Pekalongan Barat, M Natsir menyatakan siap bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama dinas pendidikan setempat.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menentukan sekolah yang paling sesuai bagi Fitria,” jelasnya.

Bagi Siti Qomariah, perhatian yang diberikan pemerintah menjadi momen yang sangat mengharukan.

Ia mengaku selama ini belum mampu menyekolahkan anaknya karena kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.

Sehari-hari, Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan harus berangkat sejak pagi hingga pulang sore hari.

Sementara itu, sang suami dalam kondisi sakit-sakitan.

“Kalau saya tidak kerja, kami tidak makan. Saya juga tidak bisa mengantar, bapaknya sering sakit,” tuturnya lirih.

Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

Sebelumnya, Fitria telah mendapatkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial. Namun, kesempatan untuk bersekolah menjadi bantuan paling berharga bagi keluarganya.

“Senang sekali. Baru kali ini ada yang memperhatikan sampai soal sekolah,” ujar Siti dengan mata berkaca-kaca. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pekalongan #pengungsi #gus yasin #banjir #banjir pekalongan #wagub jateng #Taj Yasin Maimoen