RADARSOLO.COM - Penetapan Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT KPK) pada Senin (19/1/2026) langsung memantik perhatian publik, khususnya terkait laporan LHKPN dan besaran harta kekayaan yang dimilikinya.
Nama Sudewo selama ini dikenal sebagai kepala daerah yang kerap menuai kontroversi.
Tak heran, setelah OTT KPK mencuat, publik ramai menyoroti aset dan sumber kekayaannya yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 11 April 2025—tak lama setelah resmi menjabat sebagai Bupati Pati—total kekayaan bersih Sudewo tercatat sebesar Rp31.519.711.746.
Angka tersebut menunjukkan adanya lonjakan harta kekayaan sekitar Rp1,3 miliar dibanding laporan sebelumnya per 3 Mei 2024 yang berada di kisaran Rp30,2 miliar.
Rincian LHKPN Bupati Pati Sudewo
Penelusuran dari laman resmi e-LHKPN KPK memperlihatkan bahwa aset Sudewo paling banyak tersimpan dalam bentuk properti. Berikut komposisi kekayaannya:
Tanah dan Bangunan – Rp17,03 miliar
Sudewo tercatat memiliki 31 bidang tanah dan bangunan. Aset properti ini tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Kabupaten Pati, Surakarta (Solo), Yogyakarta, Bogor, Depok, Pacitan, hingga Tuban.
Salah satu aset terbesar berada di Pati dengan luas mencapai 1.524 meter persegi.
Alat Transportasi dan Mesin – Rp6,33 miliar
Dalam laporan LHKPN, koleksi kendaraan Sudewo juga cukup mencolok.
Ia tercatat memiliki BMW X5 keluaran 2023, Toyota Innova 2013, serta beberapa kendaraan lain yang nilainya menjadi sorotan publik.
Surat Berharga – Rp5,39 miliar
Harta kekayaan lainnya berbentuk instrumen keuangan seperti saham atau obligasi dengan nilai miliaran rupiah.
Kas dan Setara Kas – Rp1,96 miliar
Dana ini tersimpan dalam bentuk tunai maupun simpanan perbankan.
Harta Bergerak Lainnya – Rp795 juta
Termasuk logam mulia dan barang berharga pribadi.
Menariknya, dalam laporan LHKPN, Bupati Pati Sudewo menyatakan tidak memiliki utang, sehingga seluruh aset yang tercantum merupakan kekayaan bersih.
Kontras dengan Kondisi Warga Pati
Total harta kekayaan yang mencapai lebih dari Rp31 miliar dinilai kontras dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Pati, yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan UMKM.
Sudewo sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa aset dan kekayaannya berasal dari bisnis properti serta usaha pribadi sebelum aktif di dunia politik.
Namun, OTT KPK yang menjeratnya kini membuka ruang penyelidikan baru terkait asal-usul kekayaannya.
Sebelum penangkapan, nama Sudewo disebut-sebut telah masuk radar KPK dalam perkara dugaan suap proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
KPK juga dikabarkan menelusuri dugaan aliran dana kepada Sudewo saat ia masih menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI, jauh sebelum menjadi Bupati Pati.(np)
Editor : Nur Pramudito