RADARSOLO.COM – Nama Muhhamad Nurul Huda alias Gus Huda mendadak jadi perbincangan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya ikut konvoi sepeda motor tanpa mengenakan helm sambil merokok di jalan raya viral di media sosial.
Aksi tersebut menuai kritik luas, terutama karena Gus Huda dikenal sebagai tokoh agama sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kota Semarang.
Dalam rekaman video yang beredar, Gus Huda terlihat berkendara bersama rombongan motor di jalanan Semarang.
Dengan sarung dan ikat kepala serba putih, dia tampak asyik motoran. Namun tanpa mengenakan helm, bahkan sambil memegang rokok.
Di belakangnya, juga tampak sejumlah peserta konvoi yang membawa dan mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama (NU).
Video itu kemudian memicu reaksi keras netizen yang menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan peran Gus Huda sebagai figur publik dan pendakwah.
Sejumlah komentar di media sosial menyoroti pelanggaran aturan lalu lintas yang terlihat dalam video.
"Tidak mengenakan helm. Spion tidak terpasang. Berkendara sambil merokok. Seorang Gus semestinya menjadi contoh bagi pengikut/santrinya," tulis akun X @Mis*****.
Klarifikasi Gus Huda Soal Aksi Konvoi
Menanggapi polemik yang berkembang, Gus Huda akhirnya memberikan klarifikasi dalam sebuah forum pengajian.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam konvoi motor tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penyesuaian dengan jamaah yang hadir dalam acara keagamaan.
Menurut Gus Huda, kegiatan tersebut melibatkan komunitas motor sebagai bagian dari rangkaian acara.
Karena itu, ia berusaha membaur agar jamaah merasa lebih dekat dan nyaman.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya ikut berkendara dalam jarak yang sangat dekat.
“Wingi kuwi gara-garane ngene, oh sing ngundang komunitas King, ben bocah-bocah podho seneng, aku tak melu numpak, mung cedhak ngunu kuwi,” ujar Gus Huda dalam klarifikasinya.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perbincangan publik di media sosial belum sepenuhnya mereda.
Sebagian netizen tetap menilai bahwa keselamatan berlalu lintas dan keteladanan figur publik seharusnya tetap menjadi prioritas, apa pun konteks kegiatannya.
"Tinggal bilang maaf gt aja susah bgt itu lidah," tulis akun Instagram @has*****.
Profil Gus Huda
Gus Huda memiliki nama lengkap Muhammad Nurul Huda.
Ia dikenal sebagai pemuka agama di Semarang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Santri Ndalan (Sandal) Nusantara, sebuah pesantren dengan pendekatan dakwah dan pendidikan yang berbeda dari pesantren pada umumnya.
Ponpes Sandal Nusantara berdiri sejak 2014 dan kini berpusat di Masjid Baitun Naim, Pleburan, Semarang.
Pesantren ini secara khusus mewadahi masyarakat dari latar belakang marjinal, seperti mantan preman, eks narapidana, peminum alkohol, hingga mereka yang pernah terjerat penyalahgunaan narkoba.
Gus Huda menjelaskan bahwa para santri datang bukan semata untuk belajar agama, melainkan mencari jalan keluar untuk memperbaiki perjalanan hidup mereka.
Di pesantren tersebut, para santri dibimbing agar mampu kembali menemukan jati diri dan nilai-nilai kehidupan yang lebih baik.
“Awal berdiri Sandal Nusantara sebenarnya karena paham radikalisme yang berkembang pesat. Banyak orang yang berpendidikan dan sedang mencari Tuhan justru masuk ke arah itu. Sandal hadir sebagai wadah belajar agama yang moderat,” kata Gus Huda.
Pondok Pesantren Santri Ndalan Nusantara dikenal memiliki afiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Di dalamnya terdapat pembinaan kepemudaan yang terhubung dengan badan otonom NU, seperti Ansor dan Banser.
Aktivitas di Media Sosial
Gus Huda juga aktif menyebarkan dakwah melalui berbagai platform media sosial.
Ia mengelola akun Instagram @gushuda_sandal serta kanal YouTube Santri Ndalan TV, yang berisi konten dakwah, kegiatan pesantren, serta pesan-pesan kebangsaan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria