Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadan 2026, Mengapa Prediksi Awal Puasa Versi Muhamamdiyah dan NU Bisa Berbeda?

Syahaamah Fikria • Kamis, 22 Januari 2026 | 22:06 WIB
Ilustrasi puasa.
Ilustrasi puasa.

RADARSOLO.COM — Umat Islam di Indonesia mulai menantikan kepastian tanggal awal puasa Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

Penentuan tanggal 1 Ramadan setiap tahun memang kerap berbeda antara berbagai otoritas Islam di Tanah Air, terutama antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, karena metode penetapannya berbeda.

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan perhitungan astronomi hisab hakiki yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode hisab hakiki yang digunakan Muhammadiyah memungkinkan penetapan awal bulan Hijriah secara matematis dan astronomis tanpa harus menunggu pengamatan bulan sabit secara langsung.

Pendekatan ini memberikan kepastian tanggal sejak jauh hari bagi umat yang mengikuti keputusan tersebut.

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Sementara itu, NU biasanya menentukan awal Ramadan melalui rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung hilal (bulan sabit) di langit pada akhir bulan Syaban.

Hingga saat ini, NU belum menetapkan tanggal resmi untuk 1 Ramadan 2026.

Namun, prediksi kalender Almanak NU menunjukkan kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Jika hilal terlihat pada akhir Syaban, maka 1 Ramadan akan resmi diumumkan dan dijalankan sehari setelahnya oleh pengikut keputusan tersebut.

Kenapa Bisa Berbeda? Metode NU vs Muhammadiyah

Perbedaan tanggal awal puasa antara NU dan Muhammadiyah disebabkan oleh perbedaan metode penetapan:

- Muhammadiyah menggunakan metode perhitungan astronomi (hisab hakiki) yang akurat secara ilmiah, sehingga bisa menentukan awal bulan tanpa menunggu hilal terlihat.

- NU menggabungkan perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal), sehingga tanggal resmi baru ditetapkan setelah laporan pemantauan hilal.

Karena perbedaan cara ini, sering terjadi selisih satu hari dalam penetapan awal Ramadan.

Namun demikian, kedua metode tetap sah dan dijunjung oleh khalayak luas di Indonesia sesuai dengan prinsip ilmu falak dan tradisi umat.

Sebelum Penetapan Resmi Pemerintah

Selain Muhammadiyah dan NU, pemerintah melalui Kementerian Agama juga akan menentukan tanggal resmi awal Ramadan 1447 H / 2026 M melalui Sidang Isbat yang biasanya digelar beberapa hari sebelum bulan puasa tiba.

Penetapan ini akan menjadi acuan bersama bagi lembaga negara dan umat Islam yang menunggu keputusan pemerintah.

Dengan mengetahui perbedaan tanggal awal puasa versi NU dan Muhammadiyah, umat Islam dapat lebih siap menyusun jadwal ibadah, zikir, serta persiapan spiritual lainnya menjelang bulan yang penuh berkah tersebut.

Ingat bahwa tanggal resmi tetap akan diumumkan oleh pemerintah melalui Sidang Isbat, sehingga masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama (Kemenag). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #nu #Ramadan 1447 H #muhammadiyah #Puasa Ramadan 2026 #Ramadan 2026 #Puasa Ramadan #1 ramadan #Jadwal puasa Ramadan 2026