RADARSOLO.COM- Memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mewujudkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bertajuk “Cegah Stunting Itu Penting”, BRI menyalurkan bantuan gizi dan alat kesehatan di berbagai daerah, termasuk di Puskesmas Cilincing (Jakarta Utara) dan Puskesmas Pangalengan (Kabupaten Bandung).
Langkah ini merupakan bentuk dukungan aktif perseroan terhadap program pemerintah dalam menekan prevalensi stunting (tengkes), sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 2, yakni “Tanpa Kelaparan”.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, program ini menggunakan pendekatan menyeluruh.
Bantuan tidak hanya berupa paket nutrisi bagi anak stunting dan makanan tambahan untuk ibu hamil, tetapi juga penyediaan alat kesehatan vital.
“Kami menyediakan antropometri kit guna mendukung pengukuran tumbuh kembang anak secara akurat di posyandu dan puskesmas. Satu paket terdiri dari timbangan digital, timbangan bayi, infantometer, stadiometer, dan tensimeter digital,” jelas Dhanny.
Jangkau 7.783 Penerima Manfaat
Selain bantuan fisik, program ini diperkuat dengan edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua dan remaja putri sebagai upaya pencegahan dini.
“Pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai isu kesehatan semata, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” tambah Dhanny.
Secara akumulatif sejak dijalankan pada 2022, program “Cegah Stunting Itu Penting” BRI Peduli telah menyasar 7.783 warga (orang tua, balita, ibu hamil, remaja putri).
BRI juga telah menyalurkan 130 paket antropometri kit ke 49 posyandu/puskesmas yang tersebar di wilayah Jakarta, Padang, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Makassar, Banjarmasin, hingga Manado.
Baca Juga: KUR BRI Bantu UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry Express
Fokus di Cilincing
Di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, intervensi BRI dinilai sangat krusial mengingat daerah ini memiliki prevalensi stunting kategori medium.
Tercatat ada 55 anak berisiko stunting dalam tahap pemulihan dan 150 anak dalam tahap penyuluhan.
Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Cilincing, Masliani Novaria, mengapresiasi langkah kolaboratif ini.
“Penanganan pencegahan stunting tidak bisa hanya digaungkan oleh sektor kesehatan saja, tetapi memerlukan kolaborasi multipihak. Terima kasih kepada BRI Peduli atas dukungan manfaat yang diberikan bagi warga Cilincing,” ujarnya. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono