RADARSOLO.COM - Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI resmi diputuskan DPR RI.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu dipercaya mengisi posisi strategis di Bank Indonesia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komisi XI DPR RI pada Senin, 26 Januari 2026.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa Thomas dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari tiga kandidat yang diajukan.
“Diputuskan bahwa yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun, Selasa (27/1/2026).
Dengan keputusan ini, Thomas Djiwandono, yang juga dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo, akan menjalani masa jabatan sebagai Deputi Gubernur BI selama satu periode atau lima tahun ke depan.
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono
Seiring pengangkatannya sebagai pimpinan Bank Indonesia, perhatian publik pun tertuju pada harta kekayaan Thomas Djiwandono.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK, Thomas melaporkan total kekayaan mencapai Rp74,49 miliar.
Laporan tersebut disampaikan pada 23 Januari 2025 untuk periode tahun 2024. Dalam LHKPN itu, Thomas tercatat tidak memiliki utang.
Berikut rincian harta kekayaan Thomas Djiwandono berdasarkan LHKPN KPK:
1. Tanah dan Bangunan: Rp40.570.630.000
-
Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 2.646 m²/274 m²
2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp4.215.000.000
-
Toyota Alphard 2.5 G AT 2019
-
Hyundai Staria 2.2 2WD AT 2024
-
Lexus 2024
3. Harta Bergerak Lainnya: Rp1.809.500.000
4. Surat Berharga: Rp13.073.600.000
5. Kas dan Setara Kas: Rp14.829.031.234
Total Harta Kekayaan: Rp74.497.761.234
Rekam Jejak dan Karier Panjang
Nama Thomas Djiwandono bukan sosok baru di dunia ekonomi dan politik nasional.
Keponakan Presiden Prabowo ini memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan, korporasi, hingga pemerintahan.
Karier profesionalnya dimulai dari dunia jurnalistik. Pada 1993, ia tercatat sebagai wartawan magang di Majalah Tempo, lalu berlanjut sebagai jurnalis di Indonesia Business Weekly.
Ia kemudian beralih ke sektor keuangan sebagai analis di NatWest Markets dan Whitlock NatWest Securities, termasuk saat bertugas di Hong Kong.
Di sektor korporasi, Thomas pernah menjabat CEO Comexindo Internasional serta Deputi CEO Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Thomas M. Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia era Presiden Soeharto.
Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Untuk pendidikan, Thomas menempuh studi sarjana di Haverford College, Amerika Serikat, dengan gelar Bachelor of Arts in History pada 1994.
Ia kemudian meraih gelar magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University pada 2003.
Dari Politik ke Bank Sentral
Di bidang politik, Thomas Djiwandono tercatat lama berkiprah di Partai Gerindra.
Ia pernah menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008 dan sempat maju sebagai calon legislatif.
Pada 18 Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo.
Jabatan tersebut berlanjut hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebelum akhirnya ia ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI.
Dengan rekam jejak panjang dan harta kekayaan Thomas Djiwandono yang tercatat transparan, penunjukan keponakan Presiden Prabowo ini sebagai Deputi Gubernur BI menjadi sorotan publik sekaligus penanda penting dalam perjalanan kariernya.(np)
Editor : Nur Pramudito