RADARSOLO.COM - Sari Yuliati resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPR RI yang baru setelah Adies Kadir mengundurkan diri dari jabatannya.
Pergantian ini dilakukan menyusul terpilihnya Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan telah mendapat persetujuan DPR RI.
Penetapan Sari Yuliati sebagai pimpinan DPR tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang memimpin sidang menjelaskan bahwa pengangkatan ini merujuk pada Pasal 39 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPR RI.
Dengan keputusan tersebut, Sosok Wakil Ketua DPR Baru dari Partai Golkar ini resmi menggantikan Adies Kadir dalam struktur pimpinan DPR RI.
Profil Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR Baru
Sari Yuliati lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976. Ia merupakan politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang telah dua periode duduk sebagai anggota DPR RI.
Perempuan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR ini pertama kali terpilih pada Pemilu 2019 untuk periode 2019–2024.
Pada Pemilu 2024, ia kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan tugasnya di parlemen hingga periode 2024–2029.
Meski lahir dan besar di Jakarta, Sari Yuliati mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang mencakup Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram.
Sebelum menduduki jabatan Wakil Ketua DPR Baru, Sari Yuliati aktif di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi III, memperkuat rekam jejaknya di bidang hukum dan legislasi.
Riwayat Pendidikan Sari Yuliati
Walaupun berasal dari dapil NTB, Sosok Sari Yuliati menghabiskan masa pendidikan di Jakarta.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 3 Pagi Duren Sawit (1982–1988), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit (1988–1991), dan SMA Negeri 81 Labschool Rawamangun hingga lulus pada 1994.
Pendidikan tinggi dimulai di Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti pada 1995. Ia kemudian meraih gelar Magister Teknik dari Universitas Indonesia pada 2001.
Tak berhenti di situ, Sari Yuliati kembali menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia sejak 2020 dan berhasil lulus pada 2025.
Saat ini, ia masih melanjutkan studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Di internal Partai Golkar, Sari Yuliati juga memiliki peran strategis. Sejak 2018 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Partai Golkar.
Harta Kekayaan Sari Yuliati
Berdasarkan laporan e-LHKPN KPK, Sari Yuliati menyampaikan laporan harta kekayaan untuk tahun 2023 dengan tanggal pelaporan 15 Juli 2024.
Total harta kekayaan yang dilaporkan sebelum dikurangi utang mencapai Rp56,23 miliar.
Komponen terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp47,92 miliar yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta Selatan, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi.
Aset properti bernilai paling tinggi berupa tanah dan bangunan di Kabupaten Tangerang dengan luas 744 meter persegi/348 meter persegi, senilai Rp20 miliar, yang dilaporkan sebagai hasil perolehan sendiri.
Selain itu, Wakil Ketua DPR Baru pengganti Adies Kadir ini juga memiliki aset kendaraan senilai Rp600 juta, terdiri dari Mercedes Benz GLE250D tahun 2016 dan Toyota Fortuner 4VRZ 4x4 AT Diesel tahun 2019.
Untuk kategori harta bergerak lainnya, surat berharga, serta harta lainnya, tidak tercatat kepemilikan dalam laporan tersebut.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki tercatat sebesar Rp7,71 miliar.
Adapun total utang yang dilaporkan mencapai Rp576 juta. Setelah dikurangi kewajiban, harta kekayaan bersih Sari Yuliati tercatat sebesar Rp55,66 miliar.(np)
Editor : Nur Pramudito