Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BUMDes Mulur Kembangkan Paket Edukasi Zero Waste Berbasis Komunitas

Iwan Kawul • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:09 WIB
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, mengembangkan Paket Field Study Community berbasis zero waste tourism.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, mengembangkan Paket Field Study Community berbasis zero waste tourism.

RADARSOLO.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, mengembangkan Paket Field Study Community berbasis zero waste tourism sebagai bagian dari penguatan Desa Wisata Mulur Tirta Amerta. Paket ini dirancang sebagai wisata edukatif yang menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Direktur BUMDes Mulur, Adi Prihananto, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa paket tersebut mulai dikembangkan secara intensif dalam dua tahun terakhir dan telah menerima kunjungan dari berbagai kalangan. Peserta datang dari unsur masyarakat umum, instansi pemerintah, komunitas lingkungan, hingga pelajar dan mahasiswa.

Menurutnya, konsep field study ini tidak sekadar menawarkan kunjungan wisata, tetapi juga proses pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Dalam paket tersebut, peserta mengikuti kelas-kelas praktik pengelolaan sampah yang dikaitkan langsung dengan potensi ekonomi di tingkat desa.

Pada sektor sampah anorganik, peserta diperkenalkan pada manajemen bisnis bank sampah, pembuatan suvenir berbahan daur ulang, serta pengolahan sampah menjadi ecobrick.

Sementara untuk sampah organik, materi yang diberikan meliputi teknik ecoprint, pembuatan kompos, hingga budidaya maggot skala rumah tangga yang dinilai relevan sebagai solusi pengolahan limbah organik sekaligus penguatan ekonomi keluarga.

Selain kegiatan pelatihan, peserta juga diajak mengunjungi Mulur Recycle Center yang berada di kawasan desa. Fasilitas daur ulang tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 100 ton per bulan dan menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran ekonomi sirkular dari hulu ke hilir.

Adi Prihananto menyampaikan bahwa pengembangan paket ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan di desa.

"Melalui konsep zero waste tourism, kami ingin menjadikan Desa Mulur sebagai ruang belajar terbuka, di mana kegiatan wisata juga memberi dampak pada lingkungan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi referensi praktik pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Paket Field Study Community Zero Waste Tourism Desa Mulur dinilai memiliki potensi untuk menjadi contoh pengembangan wisata berbasis lingkungan di tingkat desa. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#desa berdaya #bumdes mulur #Potensi desa mulur Sukoharjo