RADARSOLO.COM - Yang paling ditunggu-tunggu aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai negeri sipil (PNS) akhirnya segera tiba.
Gaji PNS Februari 2026 cair pada awal bulan, mengikuti jadwal rutin pembayaran gaji ASN yang selama ini konsisten dilakukan pemerintah.
Kendati sempat muncul wacana soal penyesuaian atau kenaikan gaji PNS, pemerintah memastikan pembayaran gaji Februari 2026 masih mengacu pada aturan yang berlaku saat ini.
Dengan demikian, nominal gaji yang diterima PNS bulan ini belum mengalami perubahan dan tetap menggunakan struktur gaji sebelumnya.
Gaji PNS Februari 2026 Cair Awal Bulan
Pembayaran gaji PNS Februari 2026 dijadwalkan masuk ke rekening masing-masing pegawai pada awal Februari 2026.
Jadwal ini mengikuti pola pembayaran gaji ASN yang umumnya dilakukan pada hari pertama setiap bulan, selama tidak bertepatan dengan hari libur nasional atau kebijakan khusus pemerintah.
Daftar Gaji PNS 2026 Berdasarkan Golongan
Besaran gaji PNS ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja golongan (MKG).
Berikut rincian lengkap gaji pokok PNS 2026 dari Golongan I hingga Golongan IV:
Golongan I
IA: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
IB: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
IC: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
ID: Rp1.999.900 – Rp2.901.400
Golongan II
IIA: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
IIB: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
IIC: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
IID: Rp2.591.100 – Rp4.125.600
Golongan III
IIIA: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
IIIB: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
IIIC: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
IIID: Rp3.154.400 – Rp5.180.700
Golongan IV
IVA: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
IVB: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
IVC: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
IVD: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
IVE: Rp3.880.400 – Rp6.373.200
Belum Ada Kenaikan Gaji PNS 2026
Hingga Februari 2026, pemerintah belum menerbitkan peraturan baru terkait kenaikan gaji PNS.
Artinya, pembayaran gaji ASN saat ini masih berpedoman pada regulasi terakhir yang mengatur struktur gaji pokok PNS.
Kebijakan penyesuaian gaji PNS ke depan masih bergantung pada kondisi fiskal negara serta keputusan pemerintah yang akan dituangkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) atau kebijakan resmi lainnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria