Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Viral Asap Oranye dari Pabrik PT Vopak Cilegon, Mengapa Warga Sampai Alami Sesak Napas, Mual dan Pusing?

Syahaamah Fikria • Minggu, 1 Februari 2026 | 16:09 WIB
Viral asap oranye yang muncul dari pabrik PT Vopak Terminal Merak kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten.
Viral asap oranye yang muncul dari pabrik PT Vopak Terminal Merak kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten.

RADARSOLO.COM - Warga di sekitar kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten, digegerkan dengan kepulan asap oranye yang keluar dari area pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan kesehatan tak lama setelah asap oranye tersebut muncul.

Keluhan yang dirasakan antara lain sesak napas, pusing, mual, hingga muntah.

Bahkan, puluhan warga dilaporkan mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota dan Kapolres Turun Langsung ke Lokasi

Menindaklanjuti laporan masyarakat atas dampak asap oranye itu, Wali Kota Cilegon Robinsar langsung melakukan inspeksi mendadak ke PT Vopak Terminal Merak pada hari yang sama.

Ia datang bersama Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga untuk memastikan kondisi lapangan dan dampak terhadap warga sekitar.

“Kami sedang memonitor kejadian ini. Saya minta PT Vopak segera turun dan memastikan kondisi warga yang terdampak,” ujar Robinsar melalui unggahan resmi di akun Instagram Pemerintah Kota Cilegon.

Robinsar menyebut, meski secara visual kepulan asap sudah tidak terlihat, dampak terhadap warga tidak bisa diabaikan.

Ia mengaku menerima laporan langsung dari masyarakat yang merasakan gangguan pernapasan.

“Di lapangan memang sudah tidak ada reaksi apa pun, tetapi dampaknya ada. Warga menyampaikan ada yang sesak napas. Ini harus jadi evaluasi agar tidak terulang,” tegasnya.

Pemeriksaan Lingkungan dan Layanan Kesehatan Dikerahkan

Pemerintah Kota Cilegon memastikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan turun tangan untuk melakukan pengujian kualitas udara ambien.

Pemeriksaan mencakup parameter baku mutu seperti PM2.5, nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) guna memastikan udara di sekitar lokasi tidak tercemar zat berbahaya.

Selain itu, layanan kesehatan juga disiagakan untuk memeriksa serta menangani warga yang mengalami keluhan kesehatan pascakejadian.

Warga diminta segera mendatangi Puskesmas Pulomerak atau Puskesmas Grogol jika merasakan gejala seperti pusing, mual, muntah, atau sesak napas.

Penjelasan Polisi Soal Asal Asap Oranye

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal, asap oranye tersebut bukan berasal dari kebocoran tangki, pipa, maupun intermediate bulk container (IBC).

“Bukan karena kebocoran tangki atau pipa. Asap muncul saat proses pembersihan pipa,” ujar Martua, Minggu (1/2/2026).

Ia memaparkan, kepulan asap terjadi akibat reaksi kimia ketika cairan asam nitrat (nitric acid) dialirkan dengan metode blowing menggunakan gas nitrogen.

Proses tersebut bertujuan membersihkan pipa dan mengalirkan sisa cairan ke scrubber melalui selang.

Namun, cairan tersebut kemudian bercampur dengan base oil atau minyak pelumas di dalam kempu (wadah penyimpanan).

Menurut Martua, petugas di lapangan sempat menemukan kempu dalam kondisi mengembung sehingga tutupnya dibuka sesuai prosedur operasional standar perusahaan.

Proses itulah yang memunculkan asap berwarna oranye.

Isu Gas Berbahaya Sempat Ramai di Media Sosial

Di media sosial, muncul spekulasi bahwa asap oranye tersebut identik dengan gas asam nitrit atau kebocoran gas beracun.

Bahkan ada yang membandingkannya dengan insiden serupa di Cape Town, Afrika Selatan.

Namun, informasi tersebut belum terbukti dan masih bersifat dugaan.

Warga Mual dan Muntah

Salah seorang warga Cikuasa Bawah mengungkapkan, kepulan asap terlihat jelas sejak sekitar pukul 14.00 WIB.

Karena khawatir, warga langsung merekam kejadian tersebut.

“Kami waswas, makanya divideokan. Dampaknya, sebagian warga ada yang mual sampai muntah-muntah,” ujarnya.

Keluhan serupa juga dialami warga Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Puluhan warga dari wilayah tersebut dilaporkan berobat ke puskesmas akibat merasakan pusing, mual, dan sesak napas.

Imbauan Pakai Masker

Meski asap oranye tidak lagi terlihat, warga di sekitar pabrik tetap diminta waspada dan menggunakan masker hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Penggunaan masker dinilai penting untuk meminimalkan risiko dampak kesehatan lanjutan.

Pendataan Korban

Wali Kota Cilegon Robinsar secara tegas meminta PT Vopak segera mendata warga yang terdampak dan memastikan kondisi kesehatan mereka.

“Kalau teknis lapangan sudah clear, tapi dampaknya ada. Saya minta Vopak cepat mendata masyarakat saya yang terdampak dan ini harus jadi evaluasi ke depan,” ujar Robinsar.

Ia juga memastikan DLH Kota Cilegon akan terus memantau serta memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#PT Vopak #viral #pabrik #mual #asap oranye #sesak napas #cilegon