RADARSOLO.COM – Bukit Mongkrang tengah menyimpan duka, setelah kabar hilangnya Yasid Ahmad Firdaus, 26, pendaki asal Gawanan, Colomadu, Karanganyar.
Destinasi wisata alam yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi pendakian singkat dan ramah bagi pemula itu, kini ramai dibicarakan dalam beberapa waktu terakhir.
Ya, selama 13 hari pencarian di seluruh jalur pendakian Bukti Mongkrang, tim SAR gabungan tetap belum menemukan Yasid.
“Kami menyisir sisi barat hingga ke sumber air di sungai. Sampai sore hari, hasilnya masih nihil,” ungkap Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta Basuki.
Yasid sendiri, yang dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2026, sejatinya justru bukan pendaki pemula.
Bahkan, dia sudah beberapa kali naik Mongkrang.
“Anak saya memang senang olahraga lari gunung. Kalau ke Mongkrang ini sebenarnya sudah tiga sampai empat kali naik,” ujar sang ayah, Sapto.
Dikenal sebagai lokasi "latihan" pendaki pemula sebelum mendaki Gunung Lawu, bagaimana dan berapa jam pendakian Bukit Mongkrang?
Titik Awal dan Jalur Pendakian
Terletak di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Bukit Mongkrang berada di ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan luas kawasan sekitar 108,10 hektar.
Medan pendakian yang relatif mudah dan trek yang jelas membuatnya menjadi favorit para pendaki pemula.
Waktu tempuh ke puncak hanya sekitar 2–3 jam (tektok), menjadikannya pilihan tepat untuk latihan mendaki sebelum menaklukkan Gunung Lawu.
Setelah melewati Tawangmangu, wisatawan bisa melintasi Bukit Sakura Lawu atau jalan kampung menuju Cemoro Kandang.
Lokasi pendakian Bukit Mongkrang juga berdekatan dengan pintu masuk Gunung Lawu.
Fakta 1: Cocok untuk Pendaki Pemula
Bukit Mongkrang memang dikenal ramah bagi pendaki pemula.
Trek yang pendek, pemandangan ilalang yang luas, dan udara pegunungan yang sejuk membuat pengalaman mendaki terasa nyaman.
Banyak pengunjung memilih mendaki untuk mencari kesejukan, bersantai, sekaligus berburu spot foto yang Instagramable.
Fakta 2: Bukit Candi I dan Candi II Spot Camping Favorit
Sekitar 65 menit dari titik awal, pendaki akan sampai di Bukit Candi I dan II.
Meski namanya mengandung kata “candi,” lokasi ini sebenarnya merupakan tanah lapang yang datar, cocok untuk camping.
Dari sini, pendaki dapat menikmati panorama Gunung Lawu di sisi utara.
Kedua bukit ini menjadi spot favorit untuk beristirahat, mendirikan tenda, dan menikmati pemandangan sekitar.
Fakta 3: Savana yang Memikat Mata
Setelah Bukit Candi II, perjalanan berlanjut ke kawasan savana yang luas.
Savana ini memikat terutama pada musim kemarau, ketika rerumputan kecoklatan berpadu dengan langit biru cerah.
Sensasi luasnya alam terbuka membuat lokasi ini menjadi spot favorit untuk berfoto, sambil merasakan ketenangan dan kesegaran udara pegunungan.
Fakta 4: Puncak Bukit Mongkrang dan Panorama Gunung Lawu
Puncak Bukit Mongkrang menyuguhkan panorama menakjubkan, termasuk Gunung Lawu yang menjulang sekitar 3.265 mdpl.
Selain Lawu, beberapa gunung lain seperti Merbabu, Merapi, Sumbing, Telomoyo, Prau, dan Ungaran dapat terlihat jelas saat cuaca cerah.
Momen sunrise atau sunset di puncak juga menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pendaki.
Fakta 5: Bukit Mongkrang Kini Menyimpan Duka
Meski menyajikan pemandangan memukau dan trek ramah, Bukit Mongkrang kini menjadi sorotan karena kasus hilangnya Yasid Ahmad Firdaus.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dan relawan, namun hingga kini nasib pendaki tersebut masih menjadi misteri. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria