Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

DPRD Jateng Desak Anggaran Bencana 2027 Dipertebal, Sumanto: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Rudi Hartono RS • Selasa, 10 Februari 2026 | 10:42 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).
Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).

RADARSOLO.COM - Rentetan bencana hidrometeorologi yang mengepung Jawa Tengah pada awal tahun 2026 menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto secara tegas meminta Pemprov Jateng untuk mempertebal pos anggaran antisipasi dan penanggulangan bencana dalam Rancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan Sumanto saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, perencanaan tahun 2027 harus berkaca pada realitas saat ini, di mana banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman nyata yang merugikan rakyat.

“Ini menjadi catatan kita untuk memprioritaskan di tahun 2027. Rancangan anggaran bencana harus dipertebal. Misalkan di Tegal yang sekarang posisinya banyak bencana, di situ ada hal krusial yang harus kita atasi,” urai Sumanto.

Fokus Reboisasi: Mencegah Lebih Baik

Sumanto menekankan bahwa anggaran tidak boleh hanya habis untuk penanganan pascabencana, tetapi harus digeser ke upaya pencegahan (mitigasi).

Salah satu solusi konkret yang ia tawarkan adalah reboisasi masif, terutama di daerah rawan longsor yang memiliki topografi pegunungan dan lembah.

"Daerah yang punya gunung dan lembah harus persiapkan itu (reboisasi). Lebih baik mencegah daripada terjadi. Itu rancangan yang harus kita lakukan," paparnya.

Data Kelam Awal Tahun

Desakan DPRD ini bukan tanpa alasan. Pemprov Jateng mencatat setidaknya terjadi 45 kejadian bencana (banjir, longsor, cuaca ekstrem) hanya dalam periode 1-25 Januari.

Dampaknya sangat fatal:

Sumanto ingatkan bahwa perencanaan tahun 2027 harus berkaca pada realitas saat ini, di mana banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman nyata.
Sumanto ingatkan bahwa perencanaan tahun 2027 harus berkaca pada realitas saat ini, di mana banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman nyata.

Selain korban jiwa, kerusakan fisik pada rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan perikanan juga masif terjadi.

Respons Pemprov: Rekayasa Cuaca

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno menyatakan, pihaknya telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Mulai dari penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hingga pemulihan jalur logistik yang terputus.

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bekerja tanpa kendala teknis,” ujar Sumarno, Senin (2/2/2026).

Meski saat ini fokus pada penyelamatan, Sumarno memastikan rencana rehabilitasi pascabencana sudah disiapkan dan akan dieksekusi begitu kondisi cuaca stabil. (rud)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#mitigasi bencana #Ketua DPRD Jateng Sumanto #pemprov jateng #mencegah #anggaran bencana