RADARSOLO.COM – Upaya Persis Solo keluar dari zona degradasi benar-benar dijalankan secara total. Pada paruh kedua BRI Super League 2025/2026, manajemen Laskar Sambernyawa melakukan gebrakan besar dengan mengganti seluruh pemain asing yang sebelumnya direkrut pada awal musim.
Sebagai gantinya, 11 legiun asing baru didatangkan untuk mengangkat performa tim.
Secara keseluruhan, Persis memboyong 17 pemain di bursa transfer paruh musim, termasuk deretan pemain lokal yang direkrut melalui skema pinjaman hingga bebas transfer.
Langkah agresif ini menegaskan keseriusan klub dalam menyelamatkan posisi dari jerat zona merah. Namun perombakan masif tersebut juga memunculkan tanda tanya: efektifkah investasi besar itu?
Dari banyak nama baru itu, dua pemain asing mulai menunjukkan bukti konkret bahwa perekrutan Persis bukan sekadar “investasi bodong”. Mereka adalah kiper Vukasin Vranes dan bek tengah Luka Dumancic.
Keduanya tampil menonjol saat Persis menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-20 dalam Derby Mataram yang berlangsung ketat.
Di bawah mistar, Vranes tampil bak tembok hidup. Kiper asal Serbia itu mencatat lima penyelamatan, dengan empat di antaranya terjadi di dalam kotak penalti.
Catatan tersebut menggambarkan besarnya tekanan yang diarahkan PSIM sepanjang pertandingan.
Tak hanya andal menepis bola, distribusi Vranes juga patut diapresiasi. Ia membukukan 15 umpan sukses dari 16 percobaan dengan akurasi mencapai 94 persen.
Untuk umpan panjang, lima dari enam percobaan sukses menemukan sasaran dan membantu Persis menjaga ritme transisi.
Secara defensif, ia menambahkan dua intersepsi dan tiga recoveries, serta tampil bersih tanpa pelanggaran.
Performanya tersebut membuatnya meraih Save of the Week dengan rating 8,2.
Di jantung pertahanan, Dumancic menunjukkan kelasnya. Bek asal Kroasia itu menyelesaikan laga penuh dengan 10 kontribusi defensif, terdiri atas enam sapuan, dua intersepsi, dan dua blok tembakan krusial.
Ia juga mencatat tujuh recoveries, tidak sekali pun dilewati lawan lewat dribel, serta tampil disiplin tanpa pelanggaran.
Dumancic pun menjadi penghubung awal serangan Persis. Dari total 32 umpan, ia melepaskan 27 umpan sukses dengan akurasi 84 persen. Sebanyak 21 dari 22 umpan di area sendiri berjalan tepat sasaran.
Dengan 47 sentuhan, Dumancic benar-benar menjadi jangkar pertahanan sekaligus distributor bola yang stabil.
Performa komplet tersebut membuatnya terpilih sebagai Player of The Match dan menembus daftar 11 pemain terbaik pekan ke-20.
Meski begitu, Dumancic tetap merendah dan menegaskan bahwa misi utama tim masih sama: mengamankan poin demi menjauh dari zona merah.
“Sebelumnya terima kasih untuk penghargaan ini, hari ini adalah pertandingan yang sulit tapi kami tampil memberikan perlawanan yang bagus. Terpenting kami bisa mengambil satu poin di laga ini dan saya pikir ini permainan yang bagus,” ujarnya.
Persis kini mengalihkan fokus ke pekan ke-21. Laskar Sambernyawa akan menjamu Madura United, Jumat (13/2/2026), di Stadion Manahan.
Laga itu menjadi ujian krusial—bukan hanya karena Persis masih paceklik kemenangan di kandang, tetapi juga karena tiga poin menjadi harga mati untuk menjaga napas di papan bawah. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy