RADARSOLO.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menyesuaikan besaran uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) sejalan dengan kenaikan Upah Minimum (UM) Tahun 2026. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan peserta sekaligus mendukung keberlanjutan program pelatihan kerja di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan langsung kabar tersebut saat meninjau pelaksanaan program pemagangan di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand), Padang, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Magang Kemnaker Batch 3 Resmi Dibuka: Cek Syarat, Kuota, dan Jadwal Lengkap Pendaftarannya
Ia menjelaskan bahwa peningkatan uang saku akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, karena UM 2026 mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik. Contohnya di Sumatera Barat, dari UM tahun sebelumnya Rp2.994.193 kini menjadi Rp3.182.955. Ini berdampak langsung pada kesejahteraan peserta di sini,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Link dan Cara Daftar Magang Kemensetneg 2026, Pendaftaran Dibuka untuk Siswa SMK-Mahasiswa
Kunjungan ke RS Unand dilakukan sebagai bagian dari pemantauan intensif pelaksanaan program. Saat ini, terdapat 46 peserta yang sedang magang di RS Unand dari total 2.800 peserta di seluruh Provinsi Sumatera Barat.
Dalam dialog tersebut, Menaker memastikan para peserta mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman serta bimbingan yang sesuai dengan kompetensi industri. Menaker juga berpesan agar kenaikan uang saku ini dikelola dengan bijak.
“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menabung, membantu orang tua, atau hal produktif lainnya,” pesan Menaker kepada para peserta.
Menaker menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja guna menurunkan tingkat pengangguran nasional.
“Kita ingin anak muda kita benar-benar siap kerja dan memiliki pengalaman lapangan yang relevan. Ini adalah strategi besar untuk menyiapkan SDM unggul agar kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” tegasnya.
Ke depan, Kemnaker berkomitmen untuk menjadikan Program Maganghub lebih adaptif terhadap dinamika industri. Pemerintah akan terus melakukan perbaikan kurikulum praktik dan evaluasi rutin agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda di seluruh pelosok tanah air.
"Program ini diharapkan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia akan siap bersaing dan berkontribusi nyata bagi bangsa," ujar Yassierli. (bun)
Editor : Kabun Triyatno