Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Daryono Sakit Apa? Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang Aktif Luruskan Hoaks Kini Ajukan Pengunduran Diri dan Pensiun Dini

Syahaamah Fikria • Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:22 WIB
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.

RADARSOLO.COM – Kabar mengejutkan datang Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Sosok yang selama ini dikenal luas sebagai penyampai informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada publik, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai direktur di BMKG sekaligus mengusulkan pensiun dini.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Sabtu (14/2/2026), Daryono membenarkan telah menyampaikan surat pengunduran diri.

Ia menyebut statusnya sebagai pegawai BMKG masih berlaku hingga 1 Mei 2026 sebelum resmi memasuki masa purnabakti.

Daryono Sakit Apa?

Daryono mengungkapkan bahwa keputusannya pensiun dini berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Ia tengah menjalani perawatan akibat penyakit mata bernama distrofi kornea.

“Saat ini saya sedang dalam penanganan medis karena distrofi kornea, sehingga menjalani cuti dinas dan dilanjutkan dengan pensiun dini,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisinya tetap stabil dan dalam pengawasan medis.

Penyakit distrofi kornea sendiri merupakan gangguan pada lapisan kornea mata yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan dan memerlukan perawatan intensif.

Tetap Komitmen Edukasi Kebencanaan

Walau tidak lagi menjabat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menegaskan komitmennya terhadap edukasi publik tidak akan berhenti.

Menurutnya, Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) memiliki tingkat aktivitas kegempaan tinggi, sehingga edukasi dan literasi kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menyebut memiliki tanggung jawab ilmiah (scientific responsibility), tanggung jawab edukatif (educational responsibility), dan tanggung jawab moral untuk terus berbagi pengetahuan mengenai gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.

“Sebagai peneliti yang lama mendalami aspek teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, hingga sejarah gempa dan tsunami, saya tetap terbuka menjadi narasumber dan memberikan penjelasan ilmiah kapan pun diperlukan,” kata Daryono.

Jabatan Kini Diisi Plt

Dalam rilis resmi BMKG, posisi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami kini dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Rahmat Triyono.

Kepala Bagian Humas BMKG, Taufan Maulana, turut membenarkan kabar pengunduran diri tersebut. “Betul, beliau sudah memasuki masa purnabakti,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Profil Daryono

Nama Daryono dikenal luas di kalangan media dan masyarakat sebagai figur utama yang rutin menyampaikan informasi gempa dan potensi tsunami, baik untuk peristiwa di dalam negeri maupun internasional.

Ia juga aktif memberikan analisis ilmiah melalui berbagai forum dan media sosial pribadinya.

Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1971.

Ia merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Indonesia pada Program Studi Meteorologi dan Geofisika, Fakultas MIPA, dan lulus pada 2000.

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Udayana pada 2002 dengan konsentrasi manajemen lahan kering, serta meraih gelar doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai MKG Wilayah III Denpasar.

Sejak 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika dan dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain:

Pada 2022, ia resmi diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, posisi yang memiliki peran krusial dalam sistem peringatan dini serta mitigasi bencana nasional.

Dedikasi Panjang untuk Mitigasi Bencana

Selama menjabat, Daryono dikenal aktif menjelaskan fenomena gempa secara ilmiah kepada publik, termasuk membedakan informasi valid dan hoaks terkait potensi tsunami.

Keberadaannya menjadi rujukan utama dalam komunikasi risiko kebencanaan di Indonesia.

Keputusan pensiun dini ini menandai akhir pengabdian panjangnya sebagai pejabat struktural di BMKG.

Namun, Daryono memastikan dedikasinya terhadap literasi kebencanaan tetap berlanjut di luar struktur formal lembaga. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Direktur Gempa Bumi dan Tsunami #daryono #pensiun dini #BMKG #mengundurkan diri #Daryono BMKG #profil