RADARSOLO.COM - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lahir dan batin.
Salah satu amalan yang kerap dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa adalah mandi wajib atau mandi besar, khususnya bagi yang memiliki hadas besar.
Mandi sebelum puasa Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari syariat dalam kondisi tertentu.
Dalam literatur fikih, mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah hubungan suami istri, keluarnya mani, haid, dan nifas.
Jika hadas besar terjadi pada malam hari, maka dianjurkan segera mandi sebelum waktu Subuh agar ibadah puasa dapat dijalankan dalam keadaan suci.
Penjelasan mengenai mandi wajib ini dapat ditemukan dalam berbagai rujukan fikih, salah satunya karya Ahmad Sarwat dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia: Taharah, yang menerangkan bahwa bersuci dari hadas besar merupakan syarat sah sejumlah ibadah, termasuk shalat dan puasa.
Bacaan Niat Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadan 2026
Niat mandi wajib dilafalkan di dalam hati bersamaan dengan basuhan air pertama ke tubuh.
Berikut bacaan niat mandi sebelum puasa Ramadan dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ للهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul gusla li fardhi sahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar guna menjalankan puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini menegaskan bahwa mandi dilakukan dalam rangka menjalankan kewajiban ibadah kepada Allah SWT.
Urutan Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan
Pelaksanaan mandi wajib tidak boleh dilakukan sembarangan.
Ada tahapan yang dianjurkan sesuai tuntunan fikih agar mandi menjadi sah dan sempurna.
Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat mandi wajib sebelum mulai mandi.
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran, seperti kemaluan dan sekitarnya, menggunakan tangan kiri.
- Mencuci tangan kembali dengan sabun atau tanah untuk memastikan bersih dari najis.
- Berwudu seperti hendak melaksanakan shalat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga air merata sampai ke pangkal rambut.
- Menyiram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, kemudian sisi kiri sebanyak tiga kali.
- Memastikan air mengalir ke seluruh lipatan tubuh, termasuk ketiak, pusar, belakang telinga, dan sela-sela jari.
- Setelah seluruh tubuh terkena air secara merata, mandi dapat dilanjutkan seperti biasa hingga bersih.
Sebagian ulama juga menganjurkan untuk kembali berwudu setelah selesai mandi sebelum keluar dari kamar mandi, sebagai bentuk penyempurnaan bersuci.
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah selesai mandi wajib, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk penyempurnaan ibadah. Berikut bacaannya:
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j‘alni minat-tawwabina waj‘alni minal-mutathahhirin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”
Dengan memahami niat mandi sebelum puasa Ramadan 2026 beserta tata caranya, umat Islam dapat menjalankan ibadah dalam keadaan suci dan sesuai tuntunan syariat.
Selain membersihkan tubuh, mandi wajib juga menjadi momentum menyucikan hati dalam menyambut bulan penuh berkah. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria