RADARSOLO.COM – Daya tarik Kota Solo sebagai kota hunian ternyata mampu memikat hati siapa saja, termasuk bagi mereka yang datang sebagai perantau. Salah satunya adalah Ketua Fraksi PKS sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto yang mengaku telah jatuh hati pada Kota Bengawan sejak menginjakkan kaki sebagai mahasiswa Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1995 silam.
Pria kelahiran Cilacap ini mengungkapkan bahwa dinamika politik dan pergerakan mahasiswa yang tinggi di fakultasnya kala itu menjadi faktor utama yang membuatnya betah. Baginya, meski secara geografis Solo tergolong kota kecil, namun denyut sejarah dan pemikiran politik yang aktif menjadikannya tempat yang sangat dinamis untuk bertumbuh.
Baca Juga: Dukung Disdik, DPRD Solo Minta SOP Siswa Hamil Juga Atur Pendampingan Mental dan Anti-Bullying
"Saya menemukan Solo sebagai kota kecil yang sangat dinamis secara politik. Ketertarikan itulah yang membuat saya memutuskan untuk menetap di sini bahkan setelah meraih gelar sarjana," ujar Sugeng, Senin (16/2).
Selain faktor intelektual, Sugeng juga menyoroti kemudahan hidup di Solo, terutama dari sisi kuliner. Ia mengenang betapa ramahnya harga makanan di Solo bagi kantong mahasiswa, ditambah lagi dengan akses pangan yang tersedia selama 24 jam. Kenyamanan inilah yang kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku bunga rampai pemikiran berjudul Gandrung Solo pada 2017 silam.
Baca Juga: Tatap 2026, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisman
Buku tersebut tidak hanya berisi catatan perjalanan pribadinya dari Desa Gandrung Manis di Cilacap hingga menjadi politisi di Solo, tetapi juga memuat pandangannya terhadap sosial-politik serta kerinduan emosionalnya pada kota ini. Di usia ke-281 Kota Solo, Sugeng berharap kekayaan tradisi dan keberagaman yang ada dapat dikelola secara bijak sebagai modal kesejahteraan masyarakat.
"Solo ini dinamis, maka pengelolaan perbedaan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menjadi gesekan. Jika kita mampu merajut kebersamaan dengan baik, kekayaan budaya Solo akan menjadi modal luar biasa untuk kemajuan kota ke depan," pungkasnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno