Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026: Pemerintah Tetapkan 19 Februari, Ini Penjelasannya

Nur Pramudito • Rabu, 18 Februari 2026 | 07:28 WIB
Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 menetapkan 1 Ramadhan jatuh 19 Februari. Ini penjelasan hisab, rukyat, dan beda Muhammadiyah
Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 menetapkan 1 Ramadhan jatuh 19 Februari. Ini penjelasan hisab, rukyat, dan beda Muhammadiyah

RADARSOLO.COMHasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 resmi diumumkan pemerintah pada Selasa malam (17/2/2026).

Dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan data hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pemerintah memastikan bahwa pada saat pengamatan, posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

“Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal berkisar -2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi, secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS ... Disepakati 1 Ramadhan 1447 H jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Resmi! Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah dan NU Sah Ditetapkan, Cek Tanggalnya

Tahapan Sidang Isbat

Rangkaian penetapan awal Ramadhan diawali dengan Seminar Posisi Hilal yang digelar pukul 16.30 WIB.

Seminar ini menghadirkan Cecep Nurwendaya, anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam Kemenag RI.

Selanjutnya, Sidang Isbat berlangsung tertutup pada pukul 18.30 WIB.

Adapun pengumuman resmi Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan disampaikan kepada publik sekitar pukul 19.05 WIB melalui siaran langsung Bimas Islam TV dan Kemenag RI.

Dalam seminar tersebut, Cecep menjelaskan bahwa berdasarkan peta visibilitas hilal akhir Syaban 1447 H, wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria imkanur rukyah MABIMS.

Secara perhitungan astronomi, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

“1 Ramadhan 1447 H secara hisab imkanur rukyah MABIMS jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Ini hisab, sifatnya informatif. Kita memerlukan konfirmasi verifikasinya adalah rukyah, yang kita nantikan jadi bahan penetapan sidang isbat,” jelasnya.

Data Astronomis dan Kriteria MABIMS

Tim Falakiyah Kemenag Aceh mencatat bahwa ijtimak atau konjungsi awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H.

Karena ijtimak berlangsung setelah matahari terbenam di Aceh, posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

Di Aceh, tinggi hilal tercatat sekitar -0,97 derajat dengan elongasi 0,93 derajat. Sementara di wilayah lain Indonesia, posisi hilal berkisar antara -1 derajat di Sumatra hingga -2,4 derajat di Papua.

Mengacu pada standar MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Pada 17 Februari, syarat tersebut belum tercapai. Namun pada 18 Februari, parameter tersebut dipastikan sudah terpenuhi.

Karena hilal tidak terlihat pada 29 Syaban, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

Dengan demikian, Kamis, 19 Februari 2026 ditetapkan sebagai hari pertama puasa berdasarkan Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan versi pemerintah.

Mengapa Berbeda dengan Muhammadiyah?

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Organisasi ini menggunakan metode hisab dengan pendekatan Parameter Kalender Global (PKG).

Dalam perhitungannya, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi kriteria PKG 2, yakni tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat setelah pukul 24.00 UTC, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Berdasarkan parameter tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa awal Ramadhan berlaku secara global pada Rabu, 18 Februari 2026.

Perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam penetapan awal puasa bukanlah hal baru.

Perbedaan metode antara hisab-rukyat dan hisab murni kerap menghasilkan tanggal yang berbeda.

Namun demikian, kondisi ini dapat dimaknai sebagai bagian dari dinamika dan kekayaan khazanah keilmuan Islam di Indonesia.

Dengan demikian, Hasil Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 menetapkan awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berbeda sehari dengan keputusan Muhammadiyah yang memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026.(np)

Editor : Nur Pramudito
#hasil sidang isbat awal puasa ramadhan #awal puasa #berapa hari lagi ramadhan #pemerintah #ramadhan 2026 #sidang isbat #apakah hari ini puasa