RADARSOLO.COM– Semarak perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dirayakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan aksi solidaritas nyata.
Melalui program BRI Peduli, bank pelat merah ini menyalurkan 1.000 paket sembako kepada komunitas Tionghoa dan warga sekitar di Kecamatan Neglasari, Tangerang, Banten.
Kegiatan yang bertajuk “Berbagi Bahagia Bersama BRI Perayaan Tahun Baru Imlek 2026” dipusatkan di dua lokasi bersejarah, yakni Klenteng Yang Sen Bio dan Vihara Kwan Yin Bio, Kelurahan Mekarsari.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, inisiatif ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud komitmen BRI dalam memperkuat kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama.
“Kami ingin memastikan kehadiran BRI tidak hanya dirasakan melalui layanan perbankan, tetapi juga lewat aksi nyata yang berdampak langsung. Momentum Imlek ini kami manfaatkan untuk meringankan beban kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat,” ujar Dhanny.
Dukung "Asta Cita" dan SDGs
Bantuan pangan ini menyasar 550 keluarga jemaah Klenteng Yang Sen Bio dan 450 keluarga jemaah Vihara Kwan Yin Bio.
Dhanny menyebut langkah ini selaras dengan visi pemerintah dalam Asta Cita, serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Tanpa Kemiskinan (No Poverty) dan Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).
“BRI terus berkolaborasi agar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini memberikan dampak berkelanjutan bagi jaring pengaman sosial masyarakat,” tambahnya.
Imlek Hijau: Kurangi 4 Ton Emisi Karbon
Satu hal yang menarik dari penyaluran bantuan tahun ini adalah komitmen BRI terhadap aspek lingkungan (Go Green).
Tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai, seluruh paket sembako dikemas menggunakan 1.000 tote bag reusable (tas guna ulang).
Baca Juga: Dukung Asta Cita Pemerintah, BRI Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026: Ayo Bikin Desamu Naik Kelas!
Langkah sederhana ini memiliki dampak lingkungan yang signifikan.
Berdasarkan perhitungan BRI, inisiatif penggantian kantong plastik ini berkontribusi pada pengurangan potensi emisi karbon hingga ±4,04 ton CO2e serta mencegah timbulan limbah plastik sebanyak 24 kilogram.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi praktik bisnis yang bertanggung jawab, di mana kepedulian sosial berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono