RADARSOLO.COM - Pemerintah kembali memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengecek status desil bantuan sosial (bansos) tahun 2026 secara mandiri hanya dengan menggunakan NIK KTP.
Langkah ini penting agar warga dapat memastikan apakah termasuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan pada tahap awal pencairan Februari 2026.
Program bansos reguler tahap I, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dijadwalkan mulai disalurkan pada Februari 2026 kepada sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran tahap pertama ini menyasar sekitar 18 juta KPM, mencakup bantuan PKH dan sembako.
“Bansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Cek Desil 1–4 Jelang Ramadan 2026, KPM PKH-BPNT Segera Terima Pencairan Bansos Februari Ini
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting?
Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang disusun pemerintah melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui sistem ini, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi ekonomi.
Rinciannya sebagai berikut:
-
Desil 1: 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah (termasuk miskin ekstrem)
-
Desil 2–4: Kelompok miskin dan rentan miskin
-
Desil 5: Kelompok menengah atau hampir miskin
-
Desil 6–10: Kelompok mampu hingga paling sejahtera
Pada kebijakan bansos 2026, pemerintah memprioritaskan penerima dari Desil 1 hingga Desil 4.
Sementara keluarga yang berada di Desil 5 dan tidak lagi memenuhi kriteria prioritas akan dialihkan kepada warga dengan kondisi ekonomi lebih rendah berdasarkan usulan pemerintah desa atau dinas sosial.
Alasan Pentingnya Mengecek Desil
Mengetahui status desil memiliki sejumlah manfaat, di antaranya:
-
Memastikan kelayakan menerima PKH dan BPNT 2026
-
Mengetahui estimasi waktu pencairan bantuan
-
Mengecek kesesuaian data identitas dalam sistem
-
Menghindari kendala saat proses pencairan
Karena itu, masyarakat dianjurkan melakukan pengecekan secara mandiri sebelum bantuan disalurkan.
Cara Cek Desil Bansos 2026 Menggunakan NIK KTP
Terdapat dua cara resmi untuk mengecek status desil secara online:
1. Melalui Website Resmi Kemensos
Langkah-langkahnya cukup mudah:
-
Akses laman cekbansos.kemensos.go.id melalui browser
-
Pilih wilayah sesuai data KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP
-
Isi kode captcha
-
Klik tombol “Cari Data”
Jika data Anda terdaftar dalam DTSEN, sistem akan menampilkan informasi desil serta jenis bantuan yang berhak diterima.
Cara ini praktis karena tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan dan dapat diakses dari perangkat apa pun.
2. Melalui Aplikasi “Cek Bansos”
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi “Cek Bansos” yang bisa diunduh melalui Play Store maupun App Store.
Tahapannya meliputi:
-
Unduh aplikasi dan lakukan pendaftaran menggunakan NIK
-
Verifikasi identitas dengan mengunggah foto KTP dan swafoto
-
Masuk ke menu Profil atau Cek Bansos
-
Lihat informasi desil dan status bantuan
Aplikasi ini cocok bagi masyarakat yang ingin memantau status bantuan secara berkala.
Tips Agar Hasil Pengecekan Akurat
Agar proses pengecekan berjalan lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Pastikan NIK aktif dan sesuai data di Dukcapil
-
Gunakan koneksi internet yang stabil
-
Simpan tangkapan layar sebagai bukti hasil pengecekan
Jadwal Pencairan Februari 2026
Mengacu pada jadwal sementara, pencairan PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2026 diperkirakan dimulai Februari 2026, menjelang Ramadan.
Sebelum dana masuk ke rekening atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masyarakat disarankan untuk:
-
Memvalidasi data melalui pengecekan desil online
-
Melengkapi dokumen di desa/kelurahan atau dinas sosial bila diperlukan
-
Menghubungi pendamping PKH, kantor Pos, atau bank penyalur apabila mengalami kendala
Dengan memastikan data sudah sesuai, proses pencairan bantuan diharapkan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tanpa hambatan.(np)
Editor : Nur Pramudito