RADARSOLO.COM - Nama Dato Low Tuck Kwong kembali mencuri perhatian publik.
Banyak yang bertanya, siapa Dato Low Tuck Kwong hingga berani menebus lukisan karya SBY bertajuk Kuda Api dengan harga fantastis Rp 6,5 miliar?
Momen tersebut terjadi dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Lukisan Kuda Api karya Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu awalnya dibuka dengan harga Rp 200 juta. Namun, angka penawaran terus melonjak tajam hingga menyentuh miliaran rupiah.
Beberapa tokoh turut meramaikan lelang, di antaranya Hermanto Tanoko, Deddy Corbuzier, serta Dewi Kam.
Tawaran Rp 6 miliar sempat menjadi angka tertinggi sebelum akhirnya dikalahkan oleh Dato Low Tuck Kwong dengan penawaran Rp 6,5 miliar.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kapasitas finansialnya sebagai salah satu taipan terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Profil Dokter Piprim yang Dipecat Menkes Budi Gunadi, Spesialis Jantung Anak yang Vokal
Siapa Dato Low Tuck Kwong?
Bagi yang masih bertanya siapa Dato Low Tuck Kwong, ia merupakan pendiri sekaligus pemilik PT Bayan Resources Tbk, perusahaan tambang batu bara raksasa yang menjadi sumber utama kekayaannya.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Tanah Air dengan pasar ekspor yang luas.
Lahir di Singapura pada 17 April 1948, Dato Low Tuck Kwong mengawali perjalanan bisnis dari perusahaan konstruksi milik keluarganya.
Pada awal 1970-an, ia memutuskan merantau ke Indonesia untuk mengembangkan usahanya.
Langkah besar terjadi pada akhir 1990-an ketika ia mengakuisisi tambang pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal.
Aksi ini menjadi fondasi berdirinya Bayan Resources, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Pada 2008, Bayan Resources resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BYAN.
Tak hanya di sektor tambang, Dato Low Tuck Kwong juga memperluas portofolio bisnisnya ke energi terbarukan lewat Metis Energy yang berbasis di Singapura, serta memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan lain seperti The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Dato Low Tuck Kwong konsisten bertengger di jajaran teratas daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires.
Pada akhir 2025, ia menempati posisi kedua orang terkaya di Indonesia.
Total kekayaannya ditaksir mencapai US$23,7 miliar. Ia berada tepat di bawah Prajogo Pangestu dan mengungguli nama-nama besar seperti Robert Budi Hartono serta Michael Hartono.
Dominasi kekayaan tersebut sebagian besar berasal dari sektor batu bara, meskipun ia juga aktif melakukan diversifikasi investasi di bidang energi dan bisnis lainnya.
Jejak Filantropi dan Aksi Sosial
Selain dikenal sebagai taipan tambang, Dato Low Tuck Kwong juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan filantropi.
Ia kerap memberikan dukungan terhadap sektor pendidikan serta program kemanusiaan.
Kemenangan lelang Lukisan Kuda Api SBY senilai Rp 6,5 miliar pun bukan sekadar transaksi seni.
Dana hasil lelang tersebut diumumkan akan dialokasikan untuk kegiatan sosial, khususnya bantuan kemanusiaan bagi masyarakat prasejahtera.
Tak heran jika publik semakin penasaran, siapa Dato Low Tuck Kwong sebenarnya.
Di balik reputasinya sebagai raja batu bara, ia juga menunjukkan komitmen terhadap kegiatan sosial melalui aksi nyata, termasuk dalam lelang lukisan Kuda Api karya SBY yang menyita perhatian nasional.(np)
Editor : Nur Pramudito