Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rebut Rekor Investasi 10 Tahun Terakhir, Jawa Tengah Rayu Pengusaha India Garap Ekonomi Hijau

Kabun Triyatno • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:43 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berdiskusi dengan Dubes India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty, Kamis (19/2/2026). (Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berdiskusi dengan Dubes India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty, Kamis (19/2/2026). (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Iklim investasi di Jawa Tengah menunjukkan tren penguatan signifikan seiring rencana ekspansi pengusaha asal India yang diproyeksikan melakukan groundbreaking proyek senilai USD 30 juta pada Agustus 2026 mendatang. Tren positif ini disambut Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan menawarkan peluang baru di sektor ekonomi hijau (green economy) dan industri medis.

Baca Juga: Siapa Dato Low Tuck Kwong? Pengusaha Batu Bara Pemenang Lelang Lukisan Kuda Api SBY yang Tembus Rp 6,5 Miliar

Tawaran tersebut disampaikan Luthfi saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty, Kamis (19/2). Pertemuan ini menjadi momentum strategis mengingat realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 baru saja menyentuh rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir, yakni sebesar Rp88,50 triliun.

"Investasi adalah mesin utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga 5,37% dan menekan angka kemiskinan ke level 9,39%. Kami ingin pengusaha India tidak hanya berhenti di sektor tekstil, tetapi juga merambah ke industri padat karya dan energi terbarukan," ujar Luthfi.

Baca Juga: Amalkan 5 Doa Pamungkas Ini di Waktu Mustajab Berbuka Puasa

Saat ini, India menempati urutan ke-17 dalam daftar investor asing di Jawa Tengah dengan total realisasi Rp646,52 miliar. Sektor tekstil masih mendominasi sebesar 62%, diikuti perhotelan 16%, dan perdagangan 12%.

Dubes Shri Sandeep Chakravorty mengapresiasi stabilitas sosial-ekonomi Jawa Tengah yang dinilai sangat kondusif bagi para pelaku usaha. Kesamaan karakteristik jumlah penduduk yang besar menjadi daya tarik utama bagi perusahaan Negeri Tirai Bambu untuk menanamkan modal di wilayah ini.

Baca Juga: Ironi SHM di Solo: Sudah Balik Nama dan Lewat Notaris, Rumah Keluarga Suyadi Tetap Dieksekusi

"Para pengusaha kami merasa sangat bahagia di Jawa Tengah. Stabilitas ini adalah kunci, dan investasi senilai USD 30 juta pada Agustus nanti adalah bukti komitmen nyata kami untuk tumbuh bersama di sini," kata Sandeep.

Secara keseluruhan, kinerja investasi Jawa Tengah pada 2025 didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Total terdapat 105.078 proyek yang berhasil menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja lokal. (*)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Ekonomi Hijau #penduduk #investasi #pengusaha #jawa tengah #india #penanaman modal