RADARSOLO.COM – Memasuki hari kedua Ramadan 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026, umat Muslim di wilayah Solo Raya mulai beradaptasi dengan ritme ibadah puasa.
Bagi warga di Kota Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali hingga Klaten, menjaga kedisiplinan waktu sahur dan imsak menjadi kunci agar ibadah berjalan optimal tanpa kendala fisik.
Ketepatan waktu memulai puasa sangat penting untuk memastikan energi tubuh terjaga sepanjang hari, terutama saat menghadapi aktivitas di akhir pekan kerja.
Jadwal Imsakiyah dan Sholat 5 Waktu Solo Raya (20 Februari 2026)
Berdasarkan rujukan jadwal resmi untuk wilayah Solo dan sekitarnya, berikut adalah rincian waktu ibadah yang perlu dicatat oleh kaum muslimin:
Imsak: 04.14 WIB
Subuh: 04.24 WIB
Zuhur: 11.54 WIB
Ashar: 15.02 WIB
Magrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
Isya: 19.13 WIB
Waktu Imsak pada pukul 04.14 WIB merupakan batas peringatan bagi warga Solo Raya untuk segera menyelesaikan santap sahur sebelum adzan Subuh berkumandang sepuluh menit setelahnya.
Untuk itu, umat Muslim sebaiknya mulai menyiapkan sahur sebelum waktu Imsak. Sehingga kegiatan santap sahur bisa tenang dan tidak terburu-buru.
Misalnya, Anda bisa bangun mulai pukul 03.00 WIB untuk menyiapkan sahur. Atau melaksankan sholat sunnah Tahajud dulu, sebelum santap sahur.
Strategi Bugar di Hari Kedua: Fokus pada Nutrisi Sahur
Hari kedua sering kali menjadi tantangan fisik karena tubuh mulai melakukan detoksifikasi.
Agar tetap produktif, berikut adalah panduan praktis berdasarkan prinsip kesehatan dan sunnah:
1. Menu Sahur yang Tahan Lama
Pilihlah karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau gandum) dan protein tinggi yang dipadukan dengan serat.
Kombinasi ini membantu energi dilepaskan secara perlahan, sehingga Anda tidak cepat merasa lemas sebelum waktu Zuhur tiba.
2. Hidrasi dan Hindari Makanan Berminyak
Pastikan kebutuhan air mineral terpenuhi di antara waktu berbuka hingga sahur.
Hindari makanan yang terlalu berminyak saat sahur karena dapat memicu rasa haus yang berlebihan di siang hari.
3. Jaga Lisan dan Kualitas Ibadah
Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, puasa bukan sekadar menahan lapar.
Sangat penting bagi jemaah untuk menjauhi perkataan dusta atau perilaku buruk (ghibah) yang dapat menggugurkan pahala puasa. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria