Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas Pamer Paspor WNA Anak, Berujung Dugaan Pelanggaran LPDP Suami hingga Status Mertua Eks Pejabat Dikuliti

Syahaamah Fikria • Minggu, 22 Februari 2026 | 19:52 WIB

Dwi Sasetyaningtyas.
Dwi Sasetyaningtyas.

RADARSOLO.COM – Jagat media sosial tengah diguncang oleh viral kontroversi hebat yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas atau akrab disapa Tyas.

Apa yang bermula dari sebuah unggahan "pamer" paspor warga negara asing (WNA) Inggris kini berbuntut panjang hingga menyeret status penerima beasiswa LPDP sang suami, Arya Iwantoro, serta menguak latar belakang keluarga mertua yang ternyata bukan orang sembarangan.

Kini, pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengambil tindakan tegas dengan merencanakan pemanggilan terhadap pihak terkait atas dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian.

Pemicu Awal: Konten Threads yang Dinilai Tak Nasionalis

Kekisruhan ini bermula saat Tyas mengunggah konten soal anaknya yang baru saja resmi menyandang kewarganegaraan Inggris (UK).

Video itu kini telah dihapus, namun netizen sudah telanjur menyimpan video itu dan membagikan di platform X (dahulu Twitter). Salah satunya melalui akun @blaugrana1O pada Sabtu (21/2/2026).

"Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga. Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," kata Dwi Sasetyaningtyas.

Namun, kalimat yang memicu kemarahan netizen adalah pilihannya untuk menjauhkan status WNI dari sang anak.

"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ungkapnya.

Pernyataan ini dinilai merendahkan identitas bangsa dan tidak nasionalis, terlebih Tyas diketahui merupakan alumni beasiswa LPDP, yang didanai negara.

Netizen Kuliti Status Suami: "Terima Kasih LPDP" yang Berujung Bumerang

Merespons nada menantang Tyas di kolom komentar, netizen pun mulai menelusuri latar belakang suaminya, Arya Iwantoro.

Tyas memang sempat bermain kata-kata saat menjawab pernyataan keras netizen.

Dengan mengatakan, suaminya tidak kuliah dan menerima beasiswa, namun bekerja mandiri di Inggris.

"Gak usah sok tahu. Suamiku kerja di Inggris, bukan sekolah LPDP," tepis Tyas.

Namun, bukti otentik justru berkata sebaliknya.

Akademisi Aprina Murwanti dan selebgram Bima Yudho Saputro (Awbimax) mengungkap fakta bahwa Arya adalah lulusan ITB angkatan 2013 yang menempuh S2 dan S3 (PhD) di Utrecht University, Belanda, dengan biaya negara melalui LPDP.

Bukti ini ditemukan dalam kata pengantar thesis Arya di Utrecht University yang secara eksplisit menuliskan: "I thank Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP)."

Dugaan Pelanggaran Aturan 2N+1

Arya diduga melanggar code of conduct LPDP karena langsung bekerja di Inggris sebagai peneliti setelah lulus PhD pada 2022, tanpa memenuhi kewajiban pengabdian di tanah air sesuai rumus 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1).

Bima Yudho menyebut Tyas bisa menetap di Inggris hanya karena menggunakan dependent visa dari suaminya yang belum pulang ke Indonesia.

Kontradiksi "Keluarga Sederhana" dan Status Mertua Eks Pejabat

Di tengah serangan netizen, Tyas sempat mencoba membangun narasi bahwa suaminya berasal dari keluarga tidak mampu dengan menunjukkan foto rumah neneknya yang disebut "tidak terlihat di Google Maps".

Namun, fakta mengejutkan justru terungkap.

Mertua Tyas atau ayah dari Arya Iwantoro diketahui adalah Syukur Iwantoro, seorang mantan pejabat eselon 1 di Kementerian Pertanian (Kementan).

Syukur bahkan disebut pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah kasus impor di masa jabatannya.

Dugaan penyalahgunaan fasilitas negara pun mencuat saat netizen menemukan unggahan lama Tyas (29 Januari 2026) tentang risetnya di Sumba.

Tyas mengaku selama hamil empat bulan di Sumba, ia mendapat fasilitas mewah.

"Dijagain, diurusin, dikasih mobil-sopir-hotel, sampai dikasih ajudan oleh Papa Mertua," tulisnya kala itu.

Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai urgensi dan etika penggunaan ajudan serta fasilitas dinas untuk urusan pribadi menantu pejabat.

Permintaan Maaf

Setelah gelombang kecaman tak terbendung, Tyas akhirnya mengunggah permintaan maaf terbuka pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia mengklaim ucapannya soal "Anak jangan WNI" adalah luapan emosi dan rasa lelah atas berbagai kondisi yang terjadi di Indonesia.

Tyas yang sebelumnya keras menjawab komentar netizen, akhirnya mengakui bahwa ucapannya memang kurang pantas. Bahkan berpotensi melukai rasa nasionalisme.

"Terkait unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', saya ingin memohon maaf kepada publik," tulisnya.

LPDP Panggil Arya Iwantoro

Meski sudah meminta maaf, proses hukum administratif tetap berjalan.

Pihak LPDP dalam keterangan resminya menyatakan telah mengantongi data terkait dugaan pelanggaran Arya Iwantoro.

"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumni LPDP, yang bersangkutan belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," tulis LPDP dalam keterangan resminya.

Untuk itu, LPDP menyatakan akan segera memanggil suami Tyas untuk meminta klarifikasi atas dugaan pelanggaran aturan sebagai alumni penerima beasiswa LPDP.

Bahkan, LPDP juga menyebut potensi dikenakannya sanksi berat jika dugaan pelanggaran itu memang terbukti.

"Penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," tegas LPDP. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #Dwi Sasetyaningtyas #inggris #wna #Arya Iwantoro #lpdp #Syukur Iwantoro