Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gubernur Luthfi Salurkan Modal Usaha Baznas Senilai Total Rp5,25 Miliar di Salatiga: Ingat, Jangan Dikonsumsi!

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:49 WIB

Gubernur  Jateng Ahmad Luthfi di sela penyaluran bantuan modal usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai total Rp5,25 miliar di Kota Salatiga, Selasa (24/2/2026).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di sela penyaluran bantuan modal usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai total Rp5,25 miliar di Kota Salatiga, Selasa (24/2/2026).

RADARSOLO.COM - Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terus digenjot melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan lembaga amil zakat.

Pada Selasa (24/2/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan modal usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai total Rp5,25 miliar di Kota Salatiga.

Bantuan ini diserahkan kepada 1.750 mustahik (penerima zakat) yang berasal dari Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali.

Masing-masing penerima mendapatkan suntikan modal tunai sebesar Rp3 juta, yang juga dirangkaikan dengan program pembekalan dan pendampingan usaha.

Pesan Tegas Luthfi: Bantuan Diputar, Bukan Dikonsumsi!

Dalam arahannya, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa bantuan ini adalah stimulus murni untuk menggerakkan ekonomi mikro.

Ia mewanti-wanti agar dana tersebut tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari.

“Modal ini sebagai stimulus. Diputar. Jangan dikonsumsi! Pelaku usaha harus naik kelas; dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi di hadapan para penerima manfaat.

Luthfi memaparkan bahwa penanganan kemiskinan di Jateng tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi.

“Rumahnya harus layak, kesehatannya dijaga, anaknya harus sekolah. Intervensi kita harus menyeluruh. Kita keroyok kemiskinan dari tingkat desa sampai provinsi,” imbuhnya.

Strategi "keroyokan" ini mulai membuahkan hasil.

Angka kemiskinan di Jateng berhasil turun dari 9,48% menjadi 9,39%, diiringi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2025 yang menyentuh 5,37% (berada di atas rata-rata nasional).

Baca Juga: Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur-Wagub Luthfi-Yasin: Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tembus 5,37%, Birokrasi Cetak Skor Gemilang

Target Baznas: Ubah Mustahik Menjadi Muzaki

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji sejalan dengan visi Gubernur.

Ia berharap pendampingan yang diberikan mampu memandirikan para pelaku usaha kecil.

“Harapan utama kami adalah mengubah status mereka; dari mustahik (penerima zakat) pada hari ini, kelak bisa mandiri dan menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujar Darodji.

 

Baca Juga: Refleksi 1 Tahun Luthfi-Yasin: Lewati Ujian Bencana, Cetak Rekor Investasi Rp88,5 Triliun di Jateng

Selain bantuan modal usaha, Baznas Jateng juga membeberkan rapor kinerja dan target program pemberdayaan umat lainnya secara kumulatif, di antaranya:

Kholidah, salah seorang pedagang bubur yang menjadi penerima bantuan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

Alhamdulillah bersyukur banget. Bantuan ini sepenuhnya untuk tambahan modal. Harapannya usaha saya bisa lebih maju dan suatu saat nanti giliran saya yang memberi manfaat bagi orang lain,” ucapnya haru. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#salatiga #pelaku usaha #UMKM Naik Kelas #baznas provinsi jawa tengah #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #modal usaha baznas