RADARSOLO.COM - Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terus digenjot melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan lembaga amil zakat.
Pada Selasa (24/2/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan modal usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai total Rp5,25 miliar di Kota Salatiga.
Bantuan ini diserahkan kepada 1.750 mustahik (penerima zakat) yang berasal dari Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali.
Masing-masing penerima mendapatkan suntikan modal tunai sebesar Rp3 juta, yang juga dirangkaikan dengan program pembekalan dan pendampingan usaha.
Pesan Tegas Luthfi: Bantuan Diputar, Bukan Dikonsumsi!
Dalam arahannya, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa bantuan ini adalah stimulus murni untuk menggerakkan ekonomi mikro.
Ia mewanti-wanti agar dana tersebut tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari.
“Modal ini sebagai stimulus. Diputar. Jangan dikonsumsi! Pelaku usaha harus naik kelas; dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan,” tegas Luthfi di hadapan para penerima manfaat.
Luthfi memaparkan bahwa penanganan kemiskinan di Jateng tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi.
“Rumahnya harus layak, kesehatannya dijaga, anaknya harus sekolah. Intervensi kita harus menyeluruh. Kita keroyok kemiskinan dari tingkat desa sampai provinsi,” imbuhnya.
Strategi "keroyokan" ini mulai membuahkan hasil.
Angka kemiskinan di Jateng berhasil turun dari 9,48% menjadi 9,39%, diiringi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2025 yang menyentuh 5,37% (berada di atas rata-rata nasional).
Target Baznas: Ubah Mustahik Menjadi Muzaki
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji sejalan dengan visi Gubernur.
Ia berharap pendampingan yang diberikan mampu memandirikan para pelaku usaha kecil.
“Harapan utama kami adalah mengubah status mereka; dari mustahik (penerima zakat) pada hari ini, kelak bisa mandiri dan menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujar Darodji.
Baca Juga: Refleksi 1 Tahun Luthfi-Yasin: Lewati Ujian Bencana, Cetak Rekor Investasi Rp88,5 Triliun di Jateng
Selain bantuan modal usaha, Baznas Jateng juga membeberkan rapor kinerja dan target program pemberdayaan umat lainnya secara kumulatif, di antaranya:
- Modal Usaha 2026: Akan disalurkan kepada 3.500 mustahik, ditambah 1.500 paket bantuan dukungan dari Baznas RI.
- Rehabilitasi RTLH: Target 750 unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026 senilai Rp15 miliar. Secara kumulatif, Baznas telah membedah 2.874 unit RTLH senilai Rp47,015 miliar.
- Beasiswa Pendidikan: Telah disalurkan kepada 4.434 mahasiswa di 15 perguruan tinggi (Rp15,88 miliar) dan 96.042 siswa SMA/SMK/SLB (Rp31,6 miliar).
- Pelatihan Kerja: Telah menggelar 21 jenis pelatihan yang diikuti oleh 13.816 peserta.
Kholidah, salah seorang pedagang bubur yang menjadi penerima bantuan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah bersyukur banget. Bantuan ini sepenuhnya untuk tambahan modal. Harapannya usaha saya bisa lebih maju dan suatu saat nanti giliran saya yang memberi manfaat bagi orang lain,” ucapnya haru. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono