RADARSOLO.COM - Peluncuran MBG TV mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak netizen bertanya-tanya, sebenarnya MBG TV menyiarkan acara apa?
Di sisi lain, kemunculan kanal televisi baru ini juga menuai kritik terkait efektivitas anggaran dan urgensi pembentukannya.
Dalam sejumlah postingan yang beredar di medsos, MBG TV disebut hadir di tengah masifnya sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional.
Kanal ini digagas oleh Forum Jupnas Gizi Indonesia sebagai media penyiaran edukatif yang fokus pada isu nutrisi dan kesehatan masyarakat.
Apa Itu MBG TV?
MBG TV merupakan jaringan televisi edukasi nasional yang dirancang untuk menyosialisasikan pentingnya gizi berkualitas dan pola makan sehat.
Kanal ini diklaim menjadi media informasi yang mengangkat kebijakan pemerintah di sektor pangan dan gizi.
Menurut perwakilan Forum Jupnas Gizi Indonesia, MBG TV dibentuk sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar program peningkatan gizi tidak hanya berjalan di lapangan, tetapi juga dipahami secara luas oleh publik.
Saat ini, MBG TV telah bekerja sama dengan 15 jaringan televisi terestrial dan menjangkau 13 provinsi yang mencakup hampir 100 kabupaten/kota di Indonesia.
Wilayah siaran meliputi:
- DKI Jakarta dan Jabodetabek
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Lampung
- Sumatera Selatan
- Sejumlah daerah di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
Selain siaran terestrial dan kabel, tayangan MBG TV juga dapat diakses melalui live streaming di portal resmi Jupnas Gizi.
Program Apa Saja yang Ditayangkan MBG TV?
Konten MBG TV berfokus pada edukasi gizi dan peliputan kegiatan sosial terkait program Makan Bergizi Gratis.
Beberapa jenis program yang ditayangkan antara lain:
- Liputan distribusi makanan sehat gratis kepada masyarakat.
- Edukasi gizi seimbang untuk anak dan keluarga.
- Talkshow kesehatan dengan narasumber ahli nutrisi.
- Program literasi pangan dan pola hidup sehat.
- Informasi kebijakan pemerintah di bidang gizi dan ketahanan pangan.
Pihak pengelola juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan televisi lokal dilakukan melalui skema kolaboratif, bukan sekadar ekspansi jaringan. Dengan melibatkan stasiun daerah, konten bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Lodewyk Pusung menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Ia menilai edukasi publik menjadi faktor penting dalam menyukseskan program nasional berbasis gizi.
“Saya bangga atas kerja nyata Forum Jupnas Gizi Indonesia. Edukasi publik adalah faktor kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa gizi berkualitas adalah fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia,” ujar dia.
Viral Tuai Kritik Netizen
Meski membawa misi edukatif, kehadiran MBG TV tidak lepas dari sorotan publik.
Di media sosial, sejumlah netizen mempertanyakan sumber pembiayaan operasional kanal, efisiensi anggaran yang digunakan hingga urgensi pembentukan stasiun televisi baru.
Bahkan, tak sedikit yang mempertanyakan apakah TV tersebut akan meliput kasus-kasus keracunan MBG yang banyak terjadi di daerah.
"Apalagi MBG TV ya Allah. Kebayang isinya bagus-bagusin MBG, kemungkinan programnya sidak SPPG, podcast gizi, kesaksian penerima manfaat MBG. Apalagi?" komen akun X @Gil*****.
"Apalagi sih ini yaampun negara ini tiap hari ada aja gebrakannya. Abis MBG TV awas aja nanti muncul MBG Pictures jadi Film lagi aduh kalo kata gw sih “berhenti, jgn lanjyut," tulis @cin*****.
"Yg jadi pertanyaan uang produksinya dari mana? tuh kamera, pc editing, lighting, ngegaji pegawai dari mana woy duitnya?" kata @Ken*****.
"Pemerintah meluncurkan stasiun tv nmanya MBG TV. Bisa ditebak apa aja isi acaranya?? Kira2 yg keracunan diliput juga ga ya??" tulis @14k*****.
"Karena TV ga bisa dua arah, ga peduli komen negatif yg penting tanyangan mereka semua positif tentang MBG," komen @est*****. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria