RADARSOLO.COM - Nama MBG TV mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah beredar informasi bahwa kanal tersebut siap mengudara di 13 provinsi di Indonesia.
Kehadiran kanal yang siarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menuai pro dan kontra.
Selain diklaim sebagai media edukasi gizi nasional, MBG TV juga banjir kritik dari netizen yang mempertanyakan isi siaran, sumber pembiayaan, hingga keterkaitannya dengan lembaga pemerintah.
Disebut Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Dalam unggahan yang viral, MBG TV disebut sebagai pengembangan dari program Makan Bergizi Gratis.
Kanal tersebut diklaim menjadi sarana sosialisasi kebijakan ketahanan pangan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang.
Dalam narasi yang beredar, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI Lodewyk Pusung disebut menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Forum Jupnas Gizi Indonesia dalam membangun kanal edukasi tersebut.
MBG TV disebut dapat diakses melalui siaran televisi dan live streaming, dengan jangkauan di 13 provinsi.
Di antaranya di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Maluku
Pernyataan dukungan yang beredar menyebut edukasi publik sebagai faktor penting dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia.
“Saya bangga atas kerja nyata Forum Jupnas Gizi Indonesia. Edukasi publik adalah faktor kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa gizi berkualitas adalah fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia,” kata Lodewyk.
BGN Mengaku Tidak Mengetahui MBG TV
Namun, pernyataan mengejutkan kini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S Deyang.
Dia mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun peluncuran MBG TV.
Nanik menegaskan bahwa sebagai pejabat yang membidangi komunikasi publik, dirinya tidak menerima informasi maupun permohonan izin terkait penggunaan nama MBG untuk kanal televisi tersebut.
Menurutnya, jika ada pihak yang menggunakan nama MBG dalam bentuk media penyiaran, seharusnya terlebih dahulu berkoordinasi dan meminta izin kepada BGN.
"Saya tidak tahu dan BGN juga tidak tahu ada yang membuat MBG TV," kata Nanik.
Nanik juga menyampaikan telah mengonfirmasi kepada Kepala BGN Dadan Hindayana.
Menurutnya, pimpinan lembaga tersebut juga tidak mengetahui soal peluncuran MBG TV.
Sebelumnya, kemunculan MBG TV tersebut menuai sorotan tajam publik.
Banyak pernyataan muncul terkait MBG TV. Mulai dari isi siaran, sumber pendanaan, urgensi hingga keterlibatan pemerintah terkait dibentuknya MBG TV tersebut.
"Yg jadi pertanyaan uang produksinya dari mana? tuh kamera, pc editing, lighting, ngegaji pegawai dari mana woy duitnya?" komen akun X @Ken*****.
"Pemerintah meluncurkan stasiun tv nmanya MBG TV. Bisa ditebak apa aja isi acaranya?? Kira2 yg keracunan diliput juga ga ya??" tulis akun Threads @14k*****.
Siapa Sebenarnya di Balik MBG TV?
Berdasarkan informasi yang beredar sebelumnya, MBG TV dikaitkan dengan inisiatif Forum Jupnas Gizi Indonesia sebagai kanal edukasi gizi.
Forum Jupnas Gizi Indonesia sendiri telah terbentuk pada 21 November 2025.
Namun hingga polemik ini viral, belum ada penjelasan rinci mengenai struktur kepemilikan resmi, status badan hukum penyelenggara, izin penyiaran hingga bentuk kerja sama dengan lembaga negara.
Informasi yang beredar menyebut, Forum Jupnas Giri Indonesia bekerja sama dengan televisi lokal dengan skema kolaboratif. Serta melibatkan stasiun daerah. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria