RADARSOLO.COM - Momen santai berubah jadi sorotan publik ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil dalam siaran langsung TikTok bersama putranya, Yuda Purboyo Sunu.
Live streaming yang awalnya sekadar obrolan ringan itu mendadak ramai setelah penonton membanjiri akun dengan gift, termasuk gift “Paus” yang nilainya dikenal cukup fantastis.
Ramainya saweran virtual tersebut memicu perbincangan publik. Bahkan Menleu Purbaya sendiri juga kaget saat tiba-tiba live TikTok bersama putranya justru banjir hadiah gift.
Lantas, berapa sebenarnya harga gift Paus di TikTok?
Dan, apakah pemberian itu bisa dikategorikan sebagai gratifikasi bagi pejabat negara?
Live Santai yang Berujung Sorotan
Siaran langsung digelar melalui akun TikTok pribadi Yuda pada Rabu (25/2/2026).
Dalam live tersebut, keduanya berbincang santai, termasuk membahas fitur gift, fitur yang memungkinkan penonton mengirim apresiasi dalam bentuk animasi digital berbayar.
Namun suasana berubah ketika notifikasi gift Paus muncul berulang kali di layar.
Nilainya disebut mencapai lebih dari Rp1 juta per gift, bahkan terus berdatangan.
“Nyawer paus, Rp1 juta lebih. Paus lagi, makasih,” ujar Yuda saat membaca notifikasi yang masuk.
Purbaya yang duduk di sampingnya langsung menanggapi dengan nada bercanda namun serius.
“Ke lu kan, bukan ke gue,” katanya.
Meski bernuansa santai, respons tersebut menunjukkan kehati-hatian seorang pejabat publik terhadap potensi persoalan etika.
Apa Itu Gift TikTok dan Bagaimana Sistemnya?
Gift TikTok adalah hadiah virtual yang dikirim penonton saat live streaming.
Untuk mengirim gift, pengguna harus membeli koin TikTok dengan uang asli.
Koin inilah yang kemudian ditukar dengan berbagai jenis gift, termasuk gift Paus.
Setelah diterima kreator, gift dapat dikonversi menjadi saldo yang bisa dicairkan ke rekening, meskipun platform akan memotong komisi tertentu sesuai ketentuan internal.
Artinya, gift bukan sekadar animasi hiburan, tetapi memiliki nilai ekonomi riil.
Estimasi Harga Gift Paus TikTok dalam Rupiah
Nilai gift Paus bervariasi tergantung jenisnya. Berikut perkiraan harga berdasarkan jumlah koin dan konversi rata-rata Rp240–Rp250 per koin:
1. Paus Menyelam (Whale Diving)
- Sekitar 2.150 koin
- Estimasi nilai: Rp500.000 – Rp550.000 per gift
2. Sam Si Paus (Sam the Whale)
- Sekitar 10.000 koin
- Estimasi nilai: sekitar Rp2,5 juta per gift
3. Paus dan Anjing Laut (Seal & Whale)
- Sekitar 34.500 koin
- Estimasi nilai: Rp8 juta – Rp8,6 juta per gift
Perlu dicatat, harga koin bisa berbeda tergantung metode pembelian, baik melalui Google Play, App Store, maupun situs resmi TikTok.
Selain itu, kreator tidak menerima nilai penuh karena ada potongan komisi dari platform.
Kekhawatiran Gratifikasi
Di tengah derasnya gift yang masuk, Purbaya sempat mengingatkan agar tidak berlebihan menerima saweran.
“Wah jangan banyak-banyak, takut gratifikasi,” ujarnya.
Yuda pun mengaku sempat bingung mematikan fitur gift saat live berlangsung.
“Bingung matiin gift, takut gratifikasi. Maaf guys, lupa matiin gift,” ucapnya.
Ketika gift kembali masuk, Purbaya kembali memastikan.
“Yang bener lu gratifikasi enggak tuh? Ke lu kan?”
Percakapan tersebut memperlihatkan adanya kesadaran soal aturan gratifikasi yang melekat pada pejabat publik.
Respons KPK: Jika Ragu, Laporkan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut merespons peristiwa ini.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa jika terdapat keraguan, pejabat dapat berkonsultasi atau melaporkan melalui mekanisme yang tersedia.
Pelaporan gratifikasi dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi KPK di gol.kpk.go.id, melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Kementerian Keuangan, atau langsung ke KPK.
KPK juga mengapresiasi sikap kehati-hatian Purbaya dalam menyikapi potensi gratifikasi.
“Kami tentunya menyampaikan apresiasi kepada Pak Menteri yang aware (sadar, red.) dan berhati-hati dengan potensi gratifikasi,” imbuh Budi
Ribuan Penonton Saksikan Live
Siaran tersebut sempat ditonton puluhan ribu orang secara bersamaan. Dalam satu momen, jumlah penonton tercatat sekitar 28.000 akun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap figur pejabat negara di media sosial.
Menjelang akhir sesi, jumlah penonton tetap tinggi sebelum Purbaya meninggalkan live lebih dulu. Yuda kemudian menutup siaran beberapa saat setelahnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria