RADARSOLO.COM - Pemkab Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) mengajukan tambahan alokasi fakultatif kuota gas elpiji 3 kg atau gas melon.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat sepanjang bulan puasa Ramadan.
Kepala Disdagperin Boyolali Purnawan Raharjo mengungkapkan, pihaknya mengajukan penambahan sebanyak 50 persen dari alokasi harian normal untuk durasi dua hari.
Tambahan 20 Ribu Tabung per Hari
Rata-rata permintaan harian gas melon di Boyolali mencapai 41 ribu tabung.
Dengan adanya pengajuan tambahan fakultatif sebesar 50 persen pada tanggal 26-27 Februari, maka akan ada tambahan pasokan sekitar 20 ribu tabung per hari.
"Pertamina mengusulkan untuk membuat rekomendasi tambahan 50 persen selama dua hari. Jadi total akan ada tambahan 40 ribu tabung selama dua hari tersebut. Kami optimis ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan karena stoknya banyak," jelas Purnawan, Jumat (27/2/2026).
Skema Alokasi Lebaran dan Kuota Tahunan
Selain tambahan saat Ramadhan, Pemkab Boyolali juga menyiapkan skema untuk hari raya Idul Fitri.
Purnawan merinci, akan ada tambahan alokasi sebesar 300 persen dari kuota harian yang dibagi selama tiga hari, yakni sehari sebelum Lebaran, hari H Lebaran, dan sehari setelah Lebaran.
Artinya, pasokan akan bertambah 100 persen setiap harinya pada periode tersebut.
Terkait kuota tahunan, Purnawan menyebutkan alokasi jatah gas 3 kg di Boyolali tahun 2026 adalah sebanyak 39 ribu metrik ton (mt) atau setara dengan 13.110.000 tabung.
Jumlah tersebut tercatat mengalami penurunan dibandingkan kuota tahun 2025 yang mencapai 45.570 mt atau sekitar 13.500.000 tabung dalam setahun.
Meski demikian, rata-rata permintaan harian tahun ini meningkat menjadi 40 ribu tabung dibanding tahun lalu yang berada di angka 38 ribu tabung.
"Makanya ada permintaan fakultatif untuk puasa ini selama dua hari. Itu bisa mencukupi selama puasa, nanti saat Lebaran ada alokasi lagi 100 persen selama tiga hari," pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono