Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun, Simak Pendidikan dan Karier Militernya

Nur Pramudito • Senin, 2 Maret 2026 | 09:46 WIB

Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang meninggal dunia di usia 90 tahun. Mengenang perjalanan karier dan perjuangannya.
Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang meninggal dunia di usia 90 tahun. Mengenang perjalanan karier dan perjuangannya.

RADARSOLO.COM - Indonesia berduka atas wafatnya Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Tokoh militer dan negarawan tersebut mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.

Kabar duka mengenai wafatnya Try Sutrisno disampaikan oleh Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.

Kepergian mantan Wakil Presiden ke-6 RI tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Indonesia.

Untuk mengenang sosoknya, berikut profil lengkap perjalanan hidup Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang meninggal dunia di usia 90 tahun.

Baca Juga: Kabar Duka: Mantan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Latar Belakang dan Masa Kecil

Profil Try Sutrisno menunjukkan perjalanan hidup sederhana sebelum menjadi tokoh nasional.

Ia lahir di Surabaya pada 15 November 1935 sebagai anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Soebandi dan Mardheyah.

Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans di instansi kesehatan daerah. Kehidupan keluarga saat itu cukup sederhana sehingga Try Sutrisno sempat mengalami masa perjuangan sejak kecil.

Saat Belanda kembali ke Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan, keluarga Try Sutrisno mengungsi dari Surabaya menuju Mojokerto dan Kediri.

Kondisi perang membuat pendidikannya sempat terhenti. Pada masa tersebut, ia membantu ekonomi keluarga dengan berdagang koran dan rokok.

Sejak usia 13 tahun, Try Sutrisno mulai terlibat aktivitas semi-militer dengan bergabung dalam Batalyon Poncowati.

Ia bertugas sebagai kurir di markas tentara wilayah Kediri dan membantu mencari informasi di daerah pendudukan Belanda serta mengirim kebutuhan logistik obat-obatan untuk tentara.

Setelah situasi keamanan membaik, keluarga kembali ke Surabaya dan Try Sutrisno melanjutkan pendidikan hingga lulus SMA pada 1956.

Pendidikan

Profil Try Sutrisno menunjukkan bahwa ia memiliki latar belakang pendidikan militer yang kuat.

Pendidikan umum yang ditempuh antara lain:

Selain pendidikan umum, Try Sutrisno juga mengikuti pendidikan khusus militer, seperti:

Karier Militer

Karier militer Try Sutrisno dimulai setelah ia lulus dari ATEKAD dan dilantik sebagai Letnan Dua Zeni pada 1959.

Penugasan awalnya dilakukan di Palembang sebagai komandan peleton zeni tempur.

Sepanjang perjalanan kariernya, Try Sutrisno terlibat dalam berbagai operasi militer penting di Indonesia.

Ia ikut dalam operasi penumpasan PRRI, DI/TII di Aceh, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, hingga operasi penanggulangan Gerakan 30 September 1965 serta Operasi Seroja di Timor Timur.

Profil Try Sutrisno sebagai perwira militer menunjukkan peningkatan karier yang konsisten.

Ia kemudian dipercaya menjabat Pangdam IV/Sriwijaya dan Pangdam V/Jaya di Jakarta.

Pada 25 Juni 1986, ia diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan setahun kemudian memperoleh pangkat Jenderal.

Puncak karier militernya tercapai ketika ditunjuk sebagai Panglima ABRI pada 27 Februari 1988 menggantikan Jenderal TNI L. B. Moerdani.

Ia memimpin ABRI hingga 18 Februari 1993 sebelum memasuki dunia politik nasional.

Wakil Presiden ke-6 RI

Profil Try Sutrisno semakin dikenal publik ketika ia terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI pada Sidang Umum MPR 1993, mendampingi Presiden Soeharto.

Sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno menjadi salah satu tokoh militer yang pernah menduduki posisi wakil kepala negara. Ia menjalankan tugas kenegaraan hingga 1998.

Menjelang akhir masa jabatan, Try Sutrisno menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali. Keputusan tersebut didasari keinginannya meneruskan tradisi bahwa beberapa wakil presiden sebelumnya hanya menjabat satu periode.

Dalam Sidang Umum MPR 1998, posisi Wakil Presiden ke-6 RI kemudian digantikan oleh B. J. Habibie.

Kehidupan Pribadi dan Aktivitas Pasca Jabatan

Try Sutrisno menikah dengan Tuti Sutiawati pada 21 Januari 1961 dan dikaruniai tujuh orang anak.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Ia pernah menjabat Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) periode 1998–2003.

Selain itu, profil Try Sutrisno juga mencatat keterlibatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia serta Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila periode 2022–2027.

Warisan Perjuangan

Perjalanan hidup Try Sutrisno menunjukkan dedikasi panjang seorang prajurit yang tumbuh dari masa perjuangan kemerdekaan hingga mencapai posisi strategis negara.

Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang meninggal dunia di usia 90 tahun, menjadi pengingat atas kontribusinya dalam sejarah militer dan politik Indonesia.(np)

Editor : Nur Pramudito
#try sutrisno meninggal #Profil Try Sutrisno #try sutrisno #wakil presiden ke 6 indonesia