RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi warga perantauan asal Boyolali yang berada di wilayah Jabodetabek pada Lebaran tahun ini.
Untuk memfasilitasi kepulangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sembilan armada bus.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani membenarkan kesiapan armada penjemputan tersebut pada Senin (2/3/2026).
Ia merinci bahwa dari total sembilan bus yang diberangkatkan, lima unit di antaranya disediakan oleh Pemkab Boyolali, tiga unit merupakan bantuan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan satu unit sisanya bersumber dari bantuan Baznas.
Dikelola Paguyuban Perantau
Wiwis menjelaskan bahwa sebelumnya Perkumpulan Keluarga Besar Boyolali (PKBB) se-Jabodetabek mengajukan permohonan bantuan sebanyak 10 bus, namun pemkab saat ini merealisasikan sembilan armada.
Terkait pendaftaran teknis pemudik, Pemkab menyerahkan kewenangan tersebut sepenuhnya kepada pihak paguyuban.
Nantinya, rute pengantaran pemudik akan diatur dan dipetakan secara terpusat, baik yang menuju wilayah Boyolali bagian utara, tengah, maupun selatan.
Sesuai jadwal, armada bus kosong akan dilepas secara simbolis oleh Bupati Boyolali Agus Irawan pada tanggal 9 Maret mendatang.
Pemberangkatan awal akan dilakukan dari halaman Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali menuju titik penjemputan utama pemudik yang dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Apresiasi Pahlawan Ekonomi Daerah
Program mudik gratis ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan dan meringankan beban biaya transportasi para perantau yang ingin berlebaran di kampung halaman, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi pemerintah.
Wiwis menilai bahwa warga perantauan memiliki andil besar dalam menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan di Boyolali melalui kiriman uang hasil keringat mereka kepada keluarga di desa.
Sebagai informasi, kuota armada tahun ini sama dengan program mudik gratis pada Lebaran 2025 lalu yang juga memberangkatkan sembilan bus (lima dari Pemkab dan empat dari BUMD).
Dengan kapasitas rata-rata 50 kursi per armada, program kepulangan massal tahun ini diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 450 pemudik asal Boyolali secara cuma-cuma. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono