RADARSOLO.COM – Fenomena astronomi yang menakjubkan, Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon bakal menyapa langit Indonesia malam ini, Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa ini menjadi momen langka yang dinantikan masyarakat karena Bulan akan tampak berwarna kemerahan saat berada dalam bayangan inti Bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar sempurna.
Kondisi tersebut memaksa Bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi.
Durasi dan Jadwal Lengkap Gerhana
Menurut data Deputi Bidang Geofisika BMKG, keseluruhan proses gerhana dari awal hingga akhir memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik.
Namun, fase paling krusial yakni Totalitas. Yakni saat Bulan berwarna merah pekat dan hanya berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Berikut adalah rincian jadwal fase gerhana berdasarkan zona waktu Indonesia:
- Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.42 WIB | 16.42 WITA | 17.42 WIT
- Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.49 WIB | 17.49 WITA | 18.49 WIT
- Gerhana Total Mulai (U2): 18.03 WIB | 19.03 WITA | 20.03 WIT
- Puncak Gerhana (Blood Moon): 18.33 WIB | 19.33 WITA | 20.33 WIT
- Gerhana Total Berakhir (U3): 19.03 WIB | 20.03 WITA | 21.03 WIT
- Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17 WIB | 21.17 WITA | 22.17 WIT
Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.24 WIB | 22.24 WITA | 23.24 WIT
Lokasi dan Visibilitas di Indonesia
Masyarakat di seluruh penjuru Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini, namun pengalaman pengamatannya akan berbeda tergantung posisi geografis:
1. Wilayah Indonesia Timur (Papua, Maluku, Sulawesi Utara)
Memiliki visibilitas terbaik karena dapat mengamati fase awal gerhana (U1) sesaat setelah Bulan terbit di ufuk timur.
2. Wilayah Indonesia Tengah (Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi)
Dapat mengamati mulai dari fase gerhana total (U2) hingga berakhirnya fenomena.
3. Wilayah Indonesia Barat (Jawa, Sumatera)
Gerhana umumnya baru terlihat saat proses sudah berlangsung atau langsung memasuki fase puncak/totalitas sesaat setelah Bulan terbit, bertepatan dengan waktu Maghrib.
Daftar Fase Gerhana yang Terlihat per Provinsi
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), berikut adalah rincian fase yang dapat diamati di berbagai provinsi:
Dapat mengamati Fase U1 hingga U4 (Awal hingga Akhir Sebagian):
- Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua (Papua Barat Daya, Barat, Tengah, Pegunungan, Selatan).
Dapat mengamati Fase U2 hingga U4 (Awal Total hingga Akhir Sebagian):
- Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, seluruh wilayah Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.
Dapat mengamati Fase Puncak Gerhana hingga U4:
- Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Mengapa Bulan Berwarna Merah?
Fenomena warna merah pada puncak gerhana dikenal sebagai hamburan Rayleigh.
Atmosfer Bumi membiaskan cahaya matahari; cahaya dengan panjang gelombang pendek (biru) terhambur, sementara panjang gelombang panjang (merah) diteruskan melewati atmosfer dan jatuh ke permukaan Bulan.
Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan pastikan cuaca cerah agar dapat menyaksikan Blood Moon dengan maksimal tanpa bantuan alat optik. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria