Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Berlaku di Jateng, 28 Wilayah Masuk Zona Waspada Hingga 7 Maret 2026

Nur Pramudito • Jumat, 6 Maret 2026 | 08:36 WIB

Ilustrasi hujan deras
Ilustrasi hujan deras

RADARSOLO.COMBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah.

Peringatan Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng ini berlaku untuk 28 wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi cuaca ekstrem di Jateng diperkirakan masih berlangsung sejak 3 hingga 7 Maret 2026.

Masyarakat di 28 wilayah tersebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena hujan lebat berpotensi disertai angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Ahmad Yani di Semarang, Yoga Sambodo, menyebut dinamika atmosfer menjadi faktor utama pemicu cuaca ekstrem di Jateng.

“Hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang berpeluang terjadi dalam periode tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Sragen Dikepung Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang dan Banjir di Sejumlah Lokasi

Daftar 28 Wilayah di Jateng yang Wajib Waspada

BMKG memetakan sebanyak 28 wilayah di Jateng masuk kategori Waspada Cuaca Ekstrem.

Daerah tersebut tersebar mulai dari kawasan pesisir, dataran rendah, hingga wilayah pegunungan.

Berikut 28 wilayah di Jateng yang perlu meningkatkan kewaspadaan:

Peringatan Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng muncul setelah BMKG mengamati peningkatan aktivitas atmosfer regional.

Penguatan monsun Asia disebut menjadi salah satu faktor pemicu hujan lebat di 28 wilayah Jateng tersebut.

Selain itu, BMKG juga memantau kemunculan bibit siklon 90S di Samudra Hindia bagian selatan Banten dan Jawa Barat.

Fenomena ini berpotensi menciptakan belokan arus angin yang melintasi wilayah Jawa Tengah sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.

Pergerakan gelombang ekuatorial Kelvin yang melintasi Pulau Jawa juga turut memperkuat potensi cuaca ekstrem.

Kombinasi faktor atmosfer tersebut membuat kelembapan udara menjadi lebih basah dan mendukung pembentukan awan hujan vertikal.

Potensi Dampak Cuaca Ekstrem di Jateng

Masyarakat di 28 wilayah Jateng diminta mewaspadai berbagai risiko bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem berpotensi memicu:

BMKG menegaskan bahwa Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng perlu disikapi dengan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Imbauan BMKG untuk Warga 28 Wilayah Jateng

Masyarakat di 28 wilayah Jateng disarankan mengurangi aktivitas di bantaran sungai dan area rawan longsor selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

Jika terjadi petir, hujan es, atau angin puting beliung, warga diminta segera mencari tempat aman dan menghindari area terbuka.

Selain itu, BMKG mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun dekat instalasi listrik saat hujan lebat melanda.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat penyebaran informasi peringatan dini Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng untuk meminimalkan dampak bencana.(np)

Editor : Nur Pramudito
#cuaca ekstrem jateng #prakiraan cuaca Jawa Tengah #wilayah waspada cuaca #bencana hidrometeorologi #BMKG Semarang #bibit siklon 90s