RADARSOLO.COM– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mengambil peran strategis dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Berkolaborasi dengan Badan Pengelola (BP) BUMN, BRI menggelar program bertajuk "Mudik Aman Berbagi Harapan" dengan menyediakan total 175 armada bus gratis bagi masyarakat.
Sasar Rute Wonogiri hingga Sumatera
Penyediaan transportasi aman dan nyaman ini difokuskan pada sejumlah kantong perantauan yang padat.
Sebanyak 100 armada bus disiapkan secara khusus untuk memfasilitasi sekitar 5.000 pemudik dengan rute tujuan Jawa, yakni Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Wonogiri, dan Jakarta–Surabaya.
Selain itu, BRI juga mengalokasikan 75 unit bus bagi para perantau yang hendak kembali ke wilayah Padang, Sumatera Barat.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan.
Sebagai bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), BRI terus berupaya hadir dan berperan aktif dalam memberikan pelayanan pelindungan terbaik kepada masyarakat di momen hari besar keagamaan.
Tekan Risiko Laka dan Kepadatan Lalin
Melalui penyediaan ratusan bus gratis tersebut, BRI berharap dapat membantu menekan secara signifikan volume kendaraan pribadi (khususnya sepeda motor) di jalan raya.
Langkah ini diyakini sangat efektif untuk menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang Lebaran 2026.
"Program ini tidak sekadar menghadirkan fasilitas transportasi tanpa biaya, tetapi juga dirancang dengan sangat memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan penumpang.
Mulai dari pengecekan kelayakan armada, kesiapan fisik pengemudi, hingga koordinasi ketat dengan pihak terkait menjadi bagian dari persiapan matang yang dilakukan BRI," tegas Dhanny, Rabu (11/3/2026).
Melalui program "Mudik Aman Berbagi Harapan", BRI berharap dapat terus menjadi jembatan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Hal ini sekaligus mengukuhkan posisi BRI sebagai mitra tepercaya dalam setiap fase kehidupan masyarakat. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono