Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Luar Biasa..! 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap Tenaga Kerja

Kabun Triyatno • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:20 WIB

Mendag Budi Santoso dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kunjungi SMK di Kudus, Kamis (12/3/2026). (Humas Pemprov Jateng)
Mendag Budi Santoso dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kunjungi SMK di Kudus, Kamis (12/3/2026). (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Pendidikan vokasi di Jawa Tengah semakin menunjukkan perannya sebagai pemasok utama tenaga kerja bagi sektor industri. Dari total 1.529 sekolah vokasi yang tersebar di provinsi ini, sekitar 90 persen lulusannya langsung terserap di dunia kerja.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tingginya serapan lulusan tersebut menjadi indikator bahwa pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Baca Juga: Kawal THR H-7 Lebaran, Pemprov Jateng Buka Posko Aduan 24 Jam di 6 Satwaker

“Sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi kita sudah terserap di dunia kerja. Sisanya sekitar 10 persen umumnya belum bekerja karena faktor usia yang belum memenuhi syarat,” kata Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di sejumlah sekolah vokasi di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3).

Kunjungan tersebut dilakukan di SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus. Rombongan juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Baca Juga: Fasilitasi Mudik Gratis, Pemprov Jateng Siapkan 346 Bus dan 17 Rangkaian Kereta Api

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung berbagai karya dan proses pembelajaran siswa yang diarahkan agar selaras dengan kebutuhan industri.

Di SMK Raden Umar Said, para siswa menampilkan karya animasi yang telah dikerjakan untuk berbagai proyek. Sementara di SMK NU Banat Kudus, rombongan melihat hasil karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, mulai dari produk aksesori hingga peragaan busana. Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau program pendidikan pelayaran yang menyiapkan tenaga kerja di sektor maritim.

Baca Juga: Kabar Gembira! 13 Ribu PPPK Paruh Waktu Jateng Segera Terima THR, Pemprov Siapkan Anggaran Rp 6 Miliar Catat Tanggalnya

Menurut Luthfi, keberagaman bidang keahlian tersebut menunjukkan kesiapan sumber daya manusia muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Anak-anak kita di sekolah vokasi ini sudah siap pakai. Mereka sudah dilatih sesuai kebutuhan industri sehingga setelah lulus bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Luthfi, terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi dengan mendorong investasi padat karya dan memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) di kabupaten dan kota.

Baca Juga: Tinjau Longsor Paguyangan Brebes, Gubernur Luthfi Desak Percepatan Relokasi Sekolah dan Perbaikan Jalan

Salah seorang siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku kemampuan animasinya berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut. Meski masih duduk di kelas XI, ia sudah terbiasa mengerjakan proyek yang berkaitan dengan industri.

Ia berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri kreatif. Sebagian karya animasi siswa bahkan telah menembus pasar internasional, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Para siswa juga didorong untuk menghasilkan karya nyata sebagai portofolio sebelum terjun ke dunia kerja.

Siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri, mengatakan para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk kreatif dari sekolah vokasi, termasuk jasa animasi.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara untuk mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi. (kmp/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#dunia kerja #Balai Latihan Kerja (BLK) #pendidikan vokasi #sekolah #industri