Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gubernur Jateng Sebut 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi Terserap Industri, Mendag Siap Bantu Buka Pasar Internasional

Syahaamah Fikria • Kamis, 12 Maret 2026 | 18:14 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyaksikan hasil karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan di SMK NU Banat Kudus.
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyaksikan hasil karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan di SMK NU Banat Kudus.

RADARSOLO.COM - Hampir seluruh lulusan sekolah vokasi di wilayah Jawa Tengah telah terserap di dunia industri.

Dari total 1.529 sekolah vokasi yang tersebar di Jawa Tengah, sekitar 90 persen lulusan berhasil masuk ke dunia kerja.

“Dari 10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di SMK Raden Umar Said Kudus, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.

Dalam agenda itu, rombongan meninjau langsung proses pembelajaran vokasi serta berbagai karya siswa di masing-masing sekolah.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Sadimin.

Di SMK Raden Umar Said Kudus, rombongan melihat secara langsung karya animasi yang dihasilkan para siswa.

Sementara di SMK NU Banat Kudus, mereka menyaksikan hasil karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk yang dikembangkan oleh pelajar.

Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Menurut Luthfi, keberadaan sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.

Beragamnya bidang keahlian yang diajarkan di SMK dinilai menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini merupakan bukti bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah daerah saat ini terus mendorong pengembangan sekolah vokasi, menarik investasi padat karya, serta memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku kemampuan animasinya berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut, meskipun saat ini ia masih duduk di kelas XI.

Haidar berharap dapat menjadi animator profesional dan berkarier di industri animasi di masa depan.

Di sekolahnya, para siswa memang sudah dibiasakan mengerjakan proyek dari industri agar memiliki pengalaman kerja sebelum lulus.

Bahkan, sebagian karya animasi siswa telah berhasil dijual ke pasar internasional, termasuk ke Amerika Serikat dan Jepang.

Para siswa tidak hanya didorong mengejar nilai akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang dapat menjadi portofolio ketika memasuki dunia kerja.

Hal serupa disampaikan oleh siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri.

Ia menjelaskan, para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk kreatif karya pelajar, termasuk jasa animasi.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi Santoso. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #Ahmad Luthfi #sekolah vokasi #Lulusan SMK #jateng #smk #tenaga kerja #industri