Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antisipasi Panic Buying dan Praktik Mremo, Ketua DPRD Jateng Sumanto Desak Pemda Rutin Gelar Operasi Pasar

Rudi Hartono RS • Jumat, 13 Maret 2026 | 15:14 WIB

 Ketua DPRD Jateng Sumanto sebut intervensi pemerintah sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah siklus tahunan lonjakan harga jelang hari besar keagamaan.
Ketua DPRD Jateng Sumanto sebut intervensi pemerintah sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah siklus tahunan lonjakan harga jelang hari besar keagamaan.

RADARSOLO.COM–Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto mendesak pemerintah daerah untuk ekstra ketat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Langkah mitigasi ini wajib dilakukan guna mengantisipasi maraknya praktik penimbunan barang oleh spekulan nakal serta fenomena belanja panik (panic buying) di tengah masyarakat.

Menurut Sumanto, intervensi pemerintah sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah siklus tahunan lonjakan harga jelang hari besar keagamaan.

Ia meminta instansi terkait melakukan pantauan intensif ke pasar tradisional hingga pusat distribusi.

"Stabilitas harga harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani menjelang Idulfitri, di mana grafik kebutuhan rumah tangga biasanya melonjak tajam," tegas Sumanto.

Selain harga, ketersediaan stok sembako—seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur—juga harus dipastikan aman hingga pasca-Lebaran.

Sumanto menilai kelancaran distribusi adalah kunci utama mencegah kelangkaan di pasaran.

"Naik turunnya harga ini sering ditentukan oleh suplainya. Pemerintah perlu menjaga agar kenaikan harga tidak terlalu ekstrem dan memberatkan warga, tapi juga jangan terlalu murah agar pedagang tidak rugi," paparnya.

Untuk mengendalikan situasi, ketua DPRD Jateng mendorong Pemda bersama distributor agar segera menggelar operasi pasar atau pasar murah secara berkala.

Lebih lanjut, Sumanto menyoroti potensi kejahatan ekonomi berupa penimbunan bahan pokok.

Ia meminta aparat penegak hukum ikut turun tangan menindak tegas oknum pedagang atau pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sengaja menahan barang demi meraup untung berlipat.

"Jangan sampai ada pihak yang menimbun komoditas tertentu demi keuntungan sepihak. Praktik culas ini yang membuat stok barang di pasar seolah kurang dan akhirnya harga menjadi mahal," peringatnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Jawa Tengah jadi Penghasil Pangan Terbaik

Menutup keterangannya, politikus PDI Perjuangan ini mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak.

Peningkatan konsumsi jelang Lebaran adalah hal yang lumrah, namun pembelian dalam porsi berlebihan justru akan merusak keseimbangan pasar dan merugikan banyak pihak.

Ketua DPRD Jateng Sumanto tekankan ketersediaan stok sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur harus dipastikan aman hingga pasca-Lebaran.
Ketua DPRD Jateng Sumanto tekankan ketersediaan stok sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur harus dipastikan aman hingga pasca-Lebaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan saja. Jangan sampai panic buying, dan pedagang juga jangan aji mumpung menaikkan harga tak wajar (mremo). Kalau semua berjalan wajar, nanti akan ketemu harga keseimbangan yang baik," jelas Sumanto.

Berdasarkan pantauan DPRD Jateng bersama instansi terkait, pasokan sejumlah komoditas pangan esensial di wilayah Jateng dinilai masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri mendatang. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#operasi pasar #Ketua DPRD Jateng Sumanto #pemda #panic buying #praktik mremo