RADARSOLO.COM - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jawa Tengah menyeret nama Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
Kepala daerah yang baru menjabat sejak 2025 itu diduga terlibat dalam praktik penerimaan uang yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Kasus ini pun memicu perhatian publik, termasuk soal latar belakang politik Syamsul Auliya Rachman.
Ia diketahui merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021–2026.
Dugaan Penerimaan Proyek
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, operasi senyap yang dilakukan penyidik berkaitan dengan dugaan penerimaan uang yang berhubungan dengan proyek pemerintah daerah.
“Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK mengamankan 27 orang.
Mereka terdiri dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pejabat pemerintah daerah, hingga pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
“Tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujarnya.
Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.
Sementara itu, berdasarkan informasi awal yang diterima lembaga antirasuah tersebut, Wakil Bupati Cilacap tidak termasuk dalam pihak yang turut diamankan dalam OTT.
Dilantik Presiden Prabowo pada 2025
Syamsul Auliya Rachman merupakan kepala daerah kelahiran 30 November 1985.
Ia menjabat sebagai Bupati Cilacap untuk periode 2025–2030 setelah dilantik oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Cilacap 2024, Syamsul maju sebagai calon bupati dengan menggandeng Ammy Amalia Fatma Surya dari Partai Golongan Karya sebagai calon wakil bupati.
Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 414.533 suara atau 43,81 persen dari total suara sah, mengungguli tiga pasangan calon lainnya.
Riwayat Pendidikan
Dalam perjalanan akademiknya, Syamsul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Cilacap.
Ia tercatat sebagai alumni:
SDN Tritih Wetan 1 (1992–1998)
SMP Negeri 5 Cilacap (1998–2001)
SMA Negeri 1 Cilacap (2001–2004)
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada 2004–2008.
Syamsul juga menyelesaikan studi magister di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) serta meraih gelar doktoral dari IPDN Jakarta.
Perjalanan Karier di Pemerintahan
Karier birokrasi Syamsul dimulai dari level kecamatan sebelum akhirnya menapaki jabatan strategis di Pemkab Cilacap.
Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain:
- Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012–2013)
- Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Cilacap (2013–2016)
- Wakil Bupati Cilacap (2017–2022)
- Bupati Cilacap (2025–sekarang)
Selain di pemerintahan, ia juga aktif di organisasi, termasuk sebagai anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sejak 2004.
KPK Dalami Kasus
Hingga saat ini, penyidik KPK masih mendalami perkara yang menyeret Syamsul Auliya Rachman.
Sesuai prosedur penindakan, lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria