RADARSOLO.COM – Mengenakan tagline "Mudik Gampang Balik Tenang", Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi melepas keberangkatan 325 armada bus yang mengangkut 16.186 pemudik asal Jabodetabek menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Prosesi pelepasan berlangsung meriah di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3) pagi.
Program ini merupakan buah kolaborasi masif antara Pemprov Jateng, 35 pemerintah daerah, Bank Jateng, hingga sektor swasta. Sasaran utamanya adalah pekerja sektor informal seperti pengemudi ojol, pedagang warteg, asisten rumah tangga, hingga tukang bakso yang merantau di ibu kota.
"Semua tumplek blek (tumpah ruah), kita openi (layani) untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan. Ini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat," ujar Luthfi di lokasi acara.
Di tengah kegembiraan mudik, Gubernur Luthfi menyelipkan pesan penting bagi para perantau. Gubernur mengimbau agar pemudik tidak membawa teman atau saudara ke perantauan jika belum memiliki jaminan pekerjaan tetap.
Langkah ini diambil untuk mencegah peningkatan beban masalah sosial di Jakarta dan sekitarnya.
"Kami tidak ingin membebani Jakarta dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan sekolah vokasi. Lebih baik kita kerja di Jawa Tengah saja," tegas Luthfi.
Tidak hanya memfasilitasi perjalanan pulang kampung, Pemprov Jateng juga telah menjamin kepulangan pemudik ke perantauan melalui penyediaan armada Arus Balik Gratis.
Titik kumpul keberangkatan balik akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, serta beberapa titik strategis lainnya.
Moda transportasi tersedia armada bus dan kereta api. Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi resmi untuk menjamin ketertiban data.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Sugiyanto, seorang pemudik penyandang disabilitas asal Klego, Boyolali. Ia mengaku sangat terbantu karena biaya tiket mudik komersial saat Lebaran bisa melambung tinggi.
"Untuk mudik ke Soloraya, ongkos Lebaran bisa sampai Rp650.000 per orang. Alhamdulillah, program ini sangat membantu meringankan biaya kami," ungkap Sugiyanto dengan penuh syukur. (*)
Editor : Kabun Triyatno