RADARSOLO.COM – Kabar gembira bagi para pemudik yang belum sempat menyiapkan uang pecahan kecil untuk tradisi salam tempel di kampung halaman.
Bank Indonesia (BI) resmi menambah titik layanan penukaran uang melalui program SERAMBI Peduli Mudik.
Layanan ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang menjadi titik kumpul arus mudik di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil guna mengakomodasi lonjakan permintaan masyarakat yang sangat tinggi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca Juga: Penukaran Uang Baru BI 2026, Apakah Ada Periode 3? Ini Pengumuman Resmi Bank Indonesia
Penempatan layanan di jalur mudik diharapkan memberikan kemudahan akses bagi warga yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Catat Tanggalnya! Layanan Tambahan Hanya 2 Hari
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Muh Anwar Bashori mengungkapkan, layanan penukaran tambahan ini bersifat terbatas untuk mendukung kelancaran momen lebaran.
"Pada tanggal 16-17 Maret 2026, Bank Indonesia menyelenggarakan layanan penukaran tambahan SERAMBI Peduli Mudik," jelas Anwar dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Pesantren Ramadan Di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Diikuti 166 Siswa
Pemerintah menyediakan total kuota sekitar 11.900 paket penukaran pada periode tambahan ini.
Masyarakat sangat disarankan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum memasuki puncak arus mudik.
Lokasi Penukaran: Fokus di Titik Arus Mudik
Agar tepat sasaran, BI mengoperasikan 55 layanan tambahan yang tersebar di titik-titik krusial transportasi dan perlintasan darat, di antaranya:
- Bandara: Memudahkan penumpang angkutan udara.
- Stasiun Kereta Api: Tersedia di stasiun-stasiun besar keberangkatan mudik.
- Terminal Bus: Menyasar penumpang angkutan jalan.
- Pelabuhan: Untuk masyarakat yang mudik via jalur laut.
- Rest Area Tol: Memfasilitasi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi di jalur trans.
Secara total, tahun ini BI telah memperluas jangkauan layanan penukaran secara masif dari 5.202 titik di tahun lalu menjadi 9.294 titik layanan di seluruh Indonesia.
Animo Masyarakat Melonjak Tajam 85%
Tingginya antusiasme warga terlihat dari data statistik yang dirilis Bank Indonesia.
Hingga tanggal 13 Maret 2026, tercatat sebanyak 1.076.282 orang telah melakukan penukaran uang melalui kanal resmi.
Angka ini mengalami kenaikan fantastis sebesar 85,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh 580.496 orang.
"Tingginya animo ini menunjukkan tradisi berbagi THR dan kebutuhan uang pecahan kecil untuk aktivitas ekonomi selama Ramadan masih sangat besar di masyarakat," tambah Anwar.
BI juga mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada dan hanya menggunakan kanal resmi (Bank Indonesia dan perbankan) dalam menukarkan uang rupiah.
Penukaran melalui jasa jual beli uang di pinggir jalan memiliki risiko keamanan yang fatal, seperti:
- Risiko Uang Palsu: Keaslian lembaran rupiah tidak terjamin.
- Ketidakakuratan Jumlah: Hitungan jumlah uang rawan tidak tepat atau dikurangi.
- Biaya Tambahan Tinggi: Adanya selisih harga yang merugikan secara finansial.
- Penipuan: Minimnya perlindungan konsumen dan rawan menjadi korban kejahatan.
Editor : Syahaamah Fikria