Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Idul Fitri 2026 Muhammadiyah dan NU Tanggal Berapa? Ini Alasan Lebaran 1447 H Berpotensi Beda Hari

Syahaamah Fikria • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:40 WIB

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed pada Lebaran 2024.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed pada Lebaran 2024.

RADARSOLO.COM – Kepastian jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kini menjadi sorotan utama jutaan umat Muslim di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari organisasi Islam besar di tanah air, muncul indikasi kuat adanya perbedaan tanggal perayaan Lebaran 2026.

Perbedaan ini bermuara pada kriteria metodologi yang digunakan masing-masing lembaga dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Bagi masyarakat, informasi ini sangat krusial untuk merencanakan agenda mudik, pelaksanaan sholat Id, hingga ajang silaturahmi keluarga.

Penetapan Idul Fitri 2026 Menurut Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebelumnya telah dengan merilis Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Menggunakan metode Hisab Hakiki dengan prinsip Kalender Islam Global Tunggal (KIGT), Muhammadiyah memastikan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perhitungan astronomis Muhammadiyah menunjukkan bahwa ijtimak (konjungsi) menjelang Syawal terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 01.23.28 UTC.

Karena posisi bulan telah memenuhi kriteria parameter kalender global pada saat matahari terbenam di hari tersebut, maka warga Muhammadiyah akan mengakhiri masa puasa dan melaksanakan sholat Id pada Jumat pagi.

Prediksi Idul Fitri 2026 Menurut NU

Berbeda dengan Muhammadiyah, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memprediksi bahwa Idul Fitri kemungkinan besar akan digenapkan melalui mekanisme Istikmal.

Berdasarkan data hisab kontemporer, NU memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Alasan Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran 2026

NU bersama Pemerintah saat ini mengadopsi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Standar ini mewajibkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar bulan baru bisa dianggap terlihat (Imkanur Rukyat).

Data LF PBNU untuk hari Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan) menunjukkan:

- Tinggi Hilal: Hanya berada di kisaran 0-1 derajat di atas ufuk.

- Elongasi: Masih di bawah ambang batas minimal 6,4 derajat.

Karena posisi hilal secara astronomis dianggap mustahil untuk dilihat secara langsung (rukyatul hilal), maka besar kemungkinan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (Istikmal).

Hal ini membuat hari Jumat masih menjadi hari terakhir berpuasa, dan Lebaran 2026 dirayakan pada hari Sabtu.

Menanti Sidang Isbat Pemerintah

Meski kedua organisasi sudah memiliki prediksi dan ketetapan masing-masing, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI tetap akan menggelar sidang isbat sebagai rujukan resmi nasional.

Sidang isbat akan menggabungkan dua metode utama, yakni perhitungan hisab yang akurat dan laporan pengamatan hilal secara langsung dari ratusan titik di seluruh penjuru Indonesia.

Penetapan resmi pemerintah ini biasanya diikuti oleh warga NU dan masyarakat umum dalam menentukan hari libur nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno sebelumnya juga menyampaikan, memang terdapat kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Di mana pemerintah baru akan memastikan tanggal Lebaran setelah menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.

“Memang terdapat potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri. Nanti kita tunggu hasilnya, tetapi hal itu tidak akan mengganggu jadwal libur dan sebagainya,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan semangat toleransi di tengah potensi perbedaan jadwal Lebaran 2026.

Perbedaan metode adalah hal yang lumrah dalam khazanah keilmuan Islam dan tidak mengurangi esensi dari kebahagiaan Idul Fitri 1447 H. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#Lebaran Berbeda Hari #nu #muhammadiyah #1 syawal 1447 hijriah #Idul Fitri 1447 H #Idul Fitri 2026 #lebaran muhammadiyah #lebaran 2026 #Lebaran NU #sidang isbat